KLIKSUMUT.COM | KARO – Siapa sangka, di balik sosok sederhana seorang mandor angkutan kota di Berastagi, tersimpan bakat besar di dunia tarik suara. Dialah Daut Purba (54), warga Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, yang kini menjadi perbincangan hangat di media sosial berkat suaranya yang unik dan penuh karakter.
Dikenal sebagai sosok lajang yang ramah dan humoris, Daut Purba memiliki suara serak basah yang khas — tak kalah dengan rocker legendaris Indonesia seperti Ikang Fauzi dan almarhum Gito Rollies. Saat ditemui wartawan, Rabu (6/11), di lokasi kerjanya sebagai mandor metro mini “KAMA” di depan Toko Bandung Berastagi, Daut menceritakan kecintaannya pada musik, terutama lagu daerah Karo.
“Saya paling suka lagu Manuk Sabugan ciptaan Pinta Bangun. Lagu itu seperti menggambarkan isi hati saya,” ujarnya dengan senyum tipis, sambil menatap jauh ke arah gunung Sibayak, Kamis (6/11/2025)
Bagi warga Berastagi, suara Daut Purba bukan hal asing lagi. Hampir setiap hari, di sela kesibukannya mengatur angkutan, pria mungil berwajah ramah itu melantunkan lagu-lagu Karo di pinggir jalan atau di “Warkop Kaciwer”, tempat nongkrong favoritnya yang dikelola sahabat sekaligus musisi Karo, Moses Pinem.
BACA JUGA: Sheila On 7: Band Legendaris Indonesia yang Tak Pernah Bubar dan Tetap Eksis Sejak 1996
Tak disangka, suara khas Daut yang direkam secara sederhana dan diunggah ke media sosial oleh teman-temannya justru viral di berbagai platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Lagu Manuk Sabugan yang ia nyanyikan kini menjadi trending topic di kalangan pecinta musik Karo tahun 2025, dengan ribuan penonton terpesona oleh suaranya yang jujur dan emosional.
Di balik ketenarannya yang tiba-tiba, Daut tetap rendah hati. Setiap hari ia tetap bekerja sebagai mandor metro mini jurusan Berastagi–Kabanjahe, mencari nafkah dengan cara yang halal.
Meskipun dulu sempat dipandang sebelah mata karena imej “keras” pekerja terminal, Daut membuktikan bahwa hati yang lembut bisa tersembunyi di balik wajah tegas. Dengan keramahan dan senyum khasnya, ia menjadi sosok yang disukai penumpang dan rekan-rekannya di lapangan.
“Kadang orang salah menilai. Padahal, kami yang di terminal juga punya perasaan, punya seni, punya hati,” ungkapnya sambil tertawa kecil.
Bakat besar Daut tak luput dari perhatian para musisi Karo. Beberapa nama besar seperti Moses Pinem, Darius Sembiring, dan Ersada Sembiring akhirnya sepakat mengorbitkannya ke dapur rekaman. Bersama tim produksi musik Karo, mereka merilis lagu Manuk Sabugan versi Daut Purba, dengan komposisi musik oleh Drink dan editing video yang melibatkan banyak kreator muda seperti Rydk, Vanny Cafe Rumka, Ersada Sembiring, Retno Tarigan, dan lainnya.
Hasilnya luar biasa. Video musik Manuk Sabugan menembus ribuan penayangan hanya dalam waktu singkat, menjadi bukti bahwa talenta tidak mengenal usia maupun latar belakang.
BACA JUGA: Warna: Grup Vokal Legendaris Indonesia yang Terus Bersinar Sejak 1994
Kisah Daut Purba menjadi inspirasi bagi banyak orang: bahwa bakat sejati bisa lahir dari tempat yang tidak terduga. Dengan suara khas dan kepribadian hangatnya, Daut kini bukan sekadar pekerja terminal, ia adalah ikon baru musik Karo, membuktikan bahwa mimpi bisa terwujud kapan saja, asal ada semangat dan ketulusan.
Profil Singkat Daut Purba
Nama: Daut Purba
Usia: 54 tahun
Asal: Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo
Orang Tua: Alm. Selat Purba & Almh. Sodah Br Tarigan
Profesi: Mandor metro mini “KAMA” Berastagi–Kabanjahe
Lagu Viral: Manuk Sabugan (Ciptaan Pinta Bangun)
Produser: Moses Pinem
Genre: Musik Karo/Pop Rock Karo (KSC)
REPORTER: Herman Harahap





