KLIKSUMUT.COM – Sheila On 7, grup musik asal Yogyakarta yang telah menjadi ikon dalam industri musik Indonesia sejak akhir 90-an? Meski sempat diterpa isu bubar, Sheila On 7 membuktikan diri sebagai band legendaris yang tak tergoyahkan oleh waktu.
Kisah Sheila On 7 dimulai dari sebuah band SMA bernama W.H.Y Gank, yang didirikan oleh Adam dan Sakti Ari Seno pada 6 Mei 1996. Mereka kemudian merekrut Duta sebagai vokalis dan Eross Chandra sebagai gitaris utama. Setelah bertemu Anton Widiastanto sebagai drummer, formasi lengkap pun terbentuk, dan nama band berubah menjadi Sheila Gank.
Selama dua tahun, Sheila Gank aktif tampil di berbagai pentas seni dan festival band SMA di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hingga akhirnya, di tahun 1998, mereka mendapat kontrak dari Sony Music Indonesia dan mengganti nama menjadi Sheila On 7 – sebuah titik balik yang mengantarkan mereka ke panggung musik nasional.
Album perdana mereka, “Sheila on 7” (1999), langsung meledak di pasaran dengan hits fenomenal seperti “Dan”, “Kita”, dan “Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki”. Tiga album pertama mereka berhasil terjual lebih dari satu juta kopi, menjadikan mereka sebagai “Grup Musik Sejuta Kopi”.
Tak hanya di dalam negeri, Sheila On 7 juga mencatat prestasi internasional. Album kedua mereka, “Kisah Klasik untuk Masa Depan” (2000), mendapat penghargaan Hits Albums of the World dari Billboard Malaysia.
BACA JUGA: KLa Project: Perjalanan Legendaris Band Pop Indonesia yang Tak Lekang oleh Waktu
Meski sempat diterpa isu bubar di awal 2000-an karena konflik internal soal honor, faktanya Sheila On 7 tidak pernah resmi bubar. Mereka terus berkarya dan tampil di berbagai panggung besar.
Pergantian personel pun terjadi. Anton keluar dari band pada 2004, diikuti oleh Sakti pada 2006. Posisi drummer kemudian diisi oleh Brian Kresna Putro, yang bertahan hingga 2022. Meski terjadi perubahan formasi, inti semangat Sheila On 7 tetap hidup dan solid.
Selama lebih dari dua dekade, Sheila On 7 telah merilis banyak album yang berkesan, seperti: Menentukan Arah (2008), Berlayar (2011) dan Musim yang Baik (2014)
Album terakhir ini juga menjadi penutup kerja sama mereka dengan Sony Music Entertainment Indonesia.
Pada 6 April 2022, Brian resmi mengundurkan diri sebagai drummer tetap. Meski begitu, Sheila On 7 tetap eksis dan produktif, termasuk merilis karya terbaru pada tahun 2024.
Saat ini, Sheila On 7 tak hanya dikenal sebagai band, tapi juga ikon budaya pop Indonesia. Lagu-lagu mereka menjadi soundtrack kehidupan generasi 90-an hingga Gen Z, dan tetap relevan di tengah perubahan industri musik digital.
BACA JUGA: Base Jam: Perjalanan Panjang Band Pop Rock Legendaris Indonesia Sejak 1994
Mereka juga telah menerima banyak penghargaan bergengsi, seperti: Penerima Royalti Tertinggi di Indonesia (2002) dari Yayasan Karya Cipta Indonesia dan Song of the Year (2018) dari Indonesian Choice Awards
Kunci dari panjangnya umur Sheila On 7 adalah loyalitas penggemar mereka, yang disebut sebagai Sheilagank. Mereka selalu hadir di konser-konser Sheila On 7, membuktikan bahwa musik jujur dan tulus tak lekang oleh waktu. (KSC)








