KLIKSUMUT.COM – Clubeighties adalah grup musik Indonesia yang mengusung genre power pop dengan sentuhan new wave dan synthpop khas tahun 80-an. Band ini dibentuk oleh para alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan dikenal sebagai salah satu band dengan konsep paling konsisten, baik dari sisi musikalitas maupun visual.
Formasi awal Clubeighties terdiri dari: Lembu Wiworo Jati – vokal, Vincent Ryan Rompies – bass, Cliffton Jesse Rompies – gitar, Sukma Perdana Manaf (Ytonk) – keyboard & synthesizer dan Deddy Mahendra Desta – drum
Nama Clubeighties kemudian menjadi identik dengan kebangkitan nuansa musik retro 80-an di Indonesia.
Sejarah Clubeighties bermula dari Desta dan Henry “Batman” Foundation yang sepakat membentuk band beraliran musik 80-an—sebuah genre yang kala itu masih jarang diminati di lingkungan mahasiswa IKJ. Mereka lalu mengajak Vincent, Lembu, dan Ytonk untuk bergabung.
Setahun kemudian, sekitar 1999, kesempatan besar datang ketika Universal Music menawarkan kontrak rekaman. Namun di momen tersebut, Henry memilih keluar dari band. Desta pun berpindah posisi dari gitar ke drum, sementara posisi gitar diisi oleh Cliff. Sejak saat itu, nama Club Eighties resmi digunakan dan terus dikenal luas.
BACA JUGA: Panbers: Kisah Legendaris Empat Bersaudara yang Mengukir Sejarah Musik Indonesia
Clubeighties mencatatkan perjalanan karier yang cukup produktif di industri musik Indonesia, terutama pada awal 2000-an: 2001 – Clubeighties (album debut), 2002 – 1982, 2005 – Summer 83, 2007 – Summer Moved On (repackaged album) dan 2009 – 80 Kembali
Album-album tersebut memperkuat posisi Clubeighties sebagai band dengan warna musik yang unik dan berbeda dari arus utama saat itu.
Tahun 2009 menjadi titik penting ketika Vincent dan Desta memutuskan keluar dari Clubeighties dan membentuk band baru bernama The Cash. Di luar musik, keduanya juga dikenal aktif di dunia hiburan dan kemudian tergabung dalam The Prediksi, sebuah grup motor yang didirikan oleh Andre Taulany.
Pasca kepergian Vincent dan Desta, Clubeighties tampil dengan format bertiga hingga akhirnya vakum pada 2011.
Setelah empat tahun, mereka kembali tampil off-air dan bahkan reuni dengan formasi lengkap bersama Vincent dan Desta di acara Tonight Show pada 2015. Reuni ini berlanjut di panggung besar Synchronize Fest 2019, yang disambut antusias para penggemar.
Pada 2021, kabar mengejutkan datang ketika Cliff mengumumkan pengunduran dirinya dari Clubeighties melalui Instagram Story. Informasi tersebut juga dikonfirmasi oleh jurnalis musik Hasief Ardiasyah, menandai babak baru perjalanan band ini.
Salah satu kekuatan utama Clubeighties terletak pada konsistensi konsep. Secara musikal, mereka terinspirasi dari band-band legendaris seperti Duran Duran, The Cure, dan New Order, dengan dominasi new wave dan synthpop.
Tak hanya musik, gaya busana 80-an menjadi identitas kuat Clubeighties. Mulai dari pemilihan outfit, aksesori, hingga penampilan panggung, nuansa retro selalu melekat dan menjadi pembeda mereka dari band lain di Indonesia.
Hingga kini, Clubeighties tetap dikenang sebagai band yang berani menawarkan konsep berbeda dan konsisten sejak awal kemunculannya. Dengan musik bernuansa 80-an, gaya visual ikonik, serta perjalanan karier penuh dinamika, Clubeighties telah meninggalkan jejak penting dalam sejarah musik pop Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI








