Bvrtan: Black Metal Petani dari Depok yang Mengguncang Dunia Metal Internasional

Bvrtan: Black Metal Petani dari Depok yang Mengguncang Dunia Metal Internasional
Bvrtan (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM – Bvrtan, kelompok musik Black Metal asal Depok yang terbentuk sejak 2011, kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan penikmat musik ekstrem. Mengusung identitas unik bertajuk “Bvrvh Tani”, Bvrtan menghadirkan pendekatan berbeda dalam kultur black metal dengan mengganti huruf u menjadi v, mengikuti tradisi band-band Black Metal Skandinavia.

Nama Bvrtan bukan sekadar gaya penulisan. Ia merepresentasikan sikap dan estetika khas yang berakar pada kultur Black Metal global, namun dikawinkan dengan realitas lokal Indonesia. Dari Depok, Bvrtan membangun narasi “petani kegelapan” yang jarang — bahkan nyaris tak pernah — diangkat dalam skena musik ekstrem.

Bvrtan bermula sebagai proyek musik dari Nico (kemudian dikenal sebagai Kvli Arit) dan Abenk Tvkang Pacvl, yang saat itu aktif di band Death Metal Sickmath. Keduanya mulai menggubah materi dengan nuansa Black Metal, sebelum akhirnya mengajak Zul sebagai pengisi vokal. Zul, yang kala itu berdomisili di luar negeri, dikenal pula dengan nama Pak Kades.

BACA JUGA: BURGERKILL: Dari Bandung ke Panggung Dunia, Legenda Metal Indonesia yang Diakui Global

Keunikan Bvrtan semakin kuat lewat lirik-lirik yang ditulis Zul. Alih-alih mengangkat tema kegelapan ala Black Metal konvensional, Bvrtan justru menyuarakan kehidupan rakyat kecil, dunia pertanian, petani, sawah, KUD, hingga problem klasik seperti tengkulak. Pendekatan ini membuat Bvrtan tampil sebagai suara alternatif di tengah skena metal ekstrem.

Bacaan Lainnya

Dengan semangat perlawanan khas Black Metal, Bvrtan menjadikan isu sosial dan agraria sebagai medium ekspresi. Narasi kehidupan petani dan rakyat kecil dibalut musik yang agresif, dingin, dan atmosferik — menciptakan kontras yang justru menjadi ciri khas band ini.

Keberadaan Bvrtan tidak lepas dari kontroversi. Trio yang dijuluki “petani kegelapan” ini kerap mendapat kritik dari sebagian penggemar Black Metal, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka dituding sebagai komedian perusak citra Black Metal yang dianggap seharusnya gelap dan jahat tanpa kompromi.

BACA JUGA: Gerbang 5 KDI 2025: Lima Kontestan Siap Tampil Maksimal

Bahkan, situs ensiklopedia metal internasional Metal Archives sempat memberi label parodi pada Bvrtan. Namun bagi pendukungnya, cap tersebut justru mempertegas posisi Bvrtan sebagai band yang berani mendobrak pakem dan menghadirkan identitas lokal ke panggung global.

Terlepas dari pro dan kontra, Bvrtan berhasil menciptakan jejak tersendiri dalam sejarah Black Metal Indonesia. Dengan konsep yang nyeleneh namun konsisten, mereka membuktikan bahwa Black Metal tak selalu harus berbicara tentang mitologi gelap — tapi juga bisa menjadi medium kritik sosial dari sudut pandang petani. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait