KLIKSUMUT.COM – Nama BURGERKILL tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang musik heavy metal Indonesia. Band asal Bandung, Jawa Barat ini telah menjelma menjadi ikon metal Tanah Air yang sukses menembus panggung internasional dan mendapat pengakuan dunia. Perjalanan mereka yang dimulai sejak 11 Mei 1995 kini telah melampaui lebih dari dua dekade, penuh dedikasi, konsistensi, dan prestasi bergengsi.
BURGERKILL digagas oleh Aries Tanto, atau yang akrab disapa Ebenz, bersama teman-teman sekolahnya. Nama BURGERKILL sendiri merupakan parodi dari restoran cepat saji asal Amerika, Burger King, yang kemudian menjadi identitas unik band ini di kancah musik ekstrem.
Puncak pengakuan global datang pada Metal Hammer Golden Gods Awards 2013 di Inggris, saat BURGERKILL dinobatkan sebagai Metal as F*ck, sebuah titel prestisius dalam dunia metal internasional. Tak berhenti di situ, pada tahun 2020, majalah Metal Hammer menempatkan BURGERKILL sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk dalam daftar 50 Band Metal Terbaik Dunia.
Prestasi ini menegaskan posisi BURGERKILL sebagai duta metal Indonesia di mata dunia.
BURGERKILL juga mencatat sejarah dengan tampil di festival metal terbesar dunia, Wacken Open Air 2015 di Jerman. Penampilan tersebut menjadi tonggak penting, dilanjutkan dengan keikutsertaan mereka di Bloodstock Open Air Festival di Inggris. Sejak itu, BURGERKILL aktif melakukan tur dan tampil di berbagai negara di Eropa, Australia, hingga Amerika Serikat.
Pada April 2018, BURGERKILL kembali mencetak sejarah lewat pertunjukan spektakuler bertajuk “DCDC x Hellshow Killchestra” di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung. Mereka memadukan musik metal agresif dengan harmonisasi orkestra, sebuah langkah berani yang jarang dilakukan band metal Indonesia. Konsep ini kemudian dilanjutkan lewat perilisan EP “Killchestra” pada April 2020.
BURGERKILL berawal dari skena underground Bandung, dengan formasi awal Ebenz, Ivan “Scumbag”, Kimung, dan Kudung. Di masa awal, mereka banyak membawakan lagu dari band hardcore legendaris seperti Gorilla Biscuits, Black Flag, hingga Wide Awake, sebelum akhirnya fokus menciptakan karya sendiri.
Mereka aktif tampil di berbagai acara musik bawah tanah, termasuk di GOR Saparua, Bandung—ruang sakral bagi perkembangan musik underground kala itu.
Album debut “Dua Sisi” yang dirilis tahun 2000 menjadi fondasi kuat BURGERKILL. Album ini merepresentasikan dua kutub karakter band: sisi gelap dan sisi terang. Meski dirilis terbatas, album ini langsung habis terjual dan mendapat respons positif dari komunitas metal.
Pada periode ini, BURGERKILL juga masuk nominasi Band Independen Terbaik versi majalah NewsMusik dan mendapat dukungan brand internasional seperti PUMA dan INSIGHT.
Dengan berbagai perubahan formasi, rilisan album, dan eksplorasi musikal, BURGERKILL tetap berdiri tegak sebagai simbol konsistensi, perlawanan, dan semangat independen. Dari panggung kecil underground hingga festival metal terbesar dunia, BURGERKILL membuktikan bahwa band Indonesia mampu bersaing dan diakui secara global. BURGERKILL bukan sekadar band, melainkan sejarah hidup musik metal Indonesia.








