BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal Ke-2 2022 Capai 5,44

BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal Ke-2 2022 Capai 5,44
Ketua BPS Margo Yuwono (YouTube BPS)

Sentimen positif juga datang dari dalam negeri. Menurutnya, seiring dengan membaiknya penanganan pandemi COVID-19, mobilitas penduduk semakin tinggi. Selain itu, daya beli masyarakat masih terjaga dan didorong oleh akselerasi konsumsi dan juga aktivitas produksi.

Margo menambahkan, kedatangan wisatawan mancanegara melalui pintu utama juga melonjak 1.250,65 persen (yoy), dan tingkat hunian kamar tumbuh 9,74 persen.

Bacaan Lainnya

Laju perekonomian Indonesia yang positif, katanya, juga disebabkan oleh langkah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yang menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, yakni dengan tetap memberikan subsidi energi dan bantuan sosial.

BACA JUGA: Dekan FEB UMSU Buka Pelatihan Tatacara Akses Data BPS Sumut

“Dari BI, selama kuartal kedua tidak menaikkan suku bunga acuan yang juga memberikan dampak kondusif bagi pelaku usaha, dan juga pemerintah masih memberikan kebijakan pemberian insentif pajak dalam rangka mendorong aktivitas dunia usaha yang tertuang dalam PMK no 3 tahun 2022. Jadi pemerintah dan BI merespon kondisi global dengan berbagai kebijakan, baik dari segi fiskal maupun moneter,” jelasnya.

Tidak Bergantung Terhadap Dampak Musiman

Pengamat Ekonomi Celios Bhima Yudhistira menjelaskan, pergerakan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini tidak lepas dari naiknya konsumsi rumah tangga sebesar 5,5 persen terhadap PDB. Kenaikan konsumsi rumah tangga ini terjadi pada saat lebaran dan mudik.

Selain itu, kata Bhima, Indonesia juga masih diuntungkan dengan booming harga komoditas seperti batu bara, nikel dan juga komoditas perkebunan yang tentunya mendorong pendapatan masyarakat di luar Pulau Jawa.

Laju inflasi yang masih moderat juga diakibatkan dari kebijakan pemerintah yang masih menahan harga BBM, subsidi gas elpiji tiga kilogram, untuk golongan masyarakat rentan miskin dan miskin sehingga bisa mempertahankan daya belin mereka. Namun, Bhima memperingatkan pemerintah agar jangan sampai terlena. Pasalnya tantangan di semester mendatang akan semakin berat.

Pos terkait