BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal Ke-2 2022 Capai 5,44

BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal Ke-2 2022 Capai 5,44
Ketua BPS Margo Yuwono (YouTube BPS)

“Misalnya sebelumnya belum ada dampak inflasi, yang terlalu berat, tapi sekarang beberapa pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian harga karena harga di tingkat bahan baku, mesin, barang setengah jadi, semuanya naik. Kemudian ada risiko geopolitik , bukan hanya Rusia-Ukraina, tapi yang terbaru adalah China-Taiwan. Ini akan berdampak pada rantai pasokan dan melemahkan investasi karena secara geografis dan perdagangan Indonesia dengan Tiongkok porsinya besar,” ungkap Bhima kepada VOA.

BACA JUGA: Jumlah Penduduk Miskin di Sumut Turun Jadi 1,27 Juta Jiwa

Bacaan Lainnya

Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, kata Bima, pemerintah harus mengambil langkah mitigasi, termasuk menjaga inflasi agar tetap stabil dengan mencukupi persediaan pangan agar harga bisa stabil.

Perlindungan sosial berupa bansos harus tetap diberikan. Yang terpenting, menurutnya, adalah mendorong industrialisasi, sehingga Indonesia tidak terjebak pada booming harga komoditas yang hanya bersifat temporer, dan menahan harga energi yang terus mengalami peningkatan di level konsumen.

“Nanti di kuartal ketiga tidak ada momentum seasonal seperti lebaran lagi. Jadi pendorong konsumsinya relatif rendah. Jadi ini akan tergantung dari belanja pemerintah, terutama poinnya adalah pemerintah daerah, kalau pemerintah daerah masih lambat mencairkan anggaran, kemudian masih ada sekitar Rp200 triliun dana mengendap di perbankan, itu akan susah menggerakkan konsumsi masyarakat,” pungkasnya. (VOA)

Pos terkait