KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Tim SAR terus melakukan evakuasi dan pencarian korban banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (26/11/2025).
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsdya TNI Mochammad Syafii, S.I.P., M.M., menegaskan bahwa berdasarkan laporan awal mencatat 9 orang meninggal dunia, 4 orang masih dicari, dan 3 orang luka-luka.
“Proses penyisiran masih berlangsung di tengah cuaca buruk dan akses wilayah yang terputus,” demikian isi laparan Marsdya Mochammad Syafii kepada Presiden Prabowo.
Marsdya Mochammad Syafii juga meneruskan laporan tersebut kepada Mensetneg, Mensetkab, dan Menhub RI.
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Banjir Bandang dan Longsor di Tapteng, 4 Tewas
Evakuasi Awal dan Medan Sulit
Marsdya Mochammad Syafii menyebutkan, komunikasi awal hanya melalui personel KN SAR Nakula yang mendirikan posko sementara di atas kapal. Pada pukul 06.10 WIB, tim KN SAR Nakula dan Mabes Polri KP Antareja bergerak memantau lokasi banjir dan longsor sambil berkoordinasi dengan instansi terkait.
Tim mengevakuasi warga dari PPN Sibolga, khususnya di Pondok Batu yang terendam banjir setinggi 120 cm.
“Tim 1 berjalan kaki keluar dari kawasan PPN, sementara Tim 2 mengerahkan sekoci dari jalur laut sebelum melanjutkan operasi ke darat,” demikian isi laporan.
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Longsor di Aek Sipilit, Warga Tapteng Mulai Mengungsi
Korban Tewas di Tapteng
Marsdya Mochammad Syafii juga melaporkan korban meninggal dunia di Kabupaten Tapteng sebanyak empat orang yang merupakan satu keluarga, warga Dusun I Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis.
Para korban adalah:
- Dewi Hutabarat (33-Ibu)
- Tio Arta Rouli Lumbantobing (anak usia 7 tahun)
- Vania Aurora Lumbantobing (anak usia 4 tahun)
- Ilona Lumbantobing (anak usia 3 tahun)
Bencana juga merusak delapan kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, dan Kecamatan Kolang, serta tujuh titik longsor di Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, dan Kecamatan Tapian Nauli.
BACA JUGA: Longsor Tutup Jalan di Tapteng akibat Hujan Sepekan
Longsor Menelan Korban di Tapanuli Selatan
Dalam laporan awal tersebut, Marsdya Mochammad Syafii mennginformasikan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), juga mengalami banjir bandang yang melanda Desa Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru.
“Menyebabkan enam orang meninggal dunia. Meski identitas mereka belum terdata karena keluarga belum melapor ke Puskesmas Batang Toru,” tulis Marsdya Mochammad Syafii.
Longsor juga menimpa sebuah rumah di Parsariran, Desa Hapesong Baru, Tapsel. Sebanyak tujuh orang menjadi korban, lima di antaranya masih tertimbun material longsor.
Adapun tiga korban yang selamat masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Batang Toru, sementara satu korban meninggal dunia atas nama Tika (20).
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Banjir di Tapanuli Tengah
Korban selamat sedang menjalani perawatan adalah:
- Masdalifah (42)
- Hafis (23)
- Supriatin (53-telah dipulangkan)
Sedangkan korban yang masih tertimbun:
- Abu Musa
- Sumarni
- Nasrita Laila
BACA JUGA: Arungi Banjir, Ketua TP PKK Aceh Salurkan Bantuan Darurat Korban Banjir Aceh Utara
Kekuatan dan Pergerakan Tim SAR
Marsdya Mochammad Syafii juga memaparkan upaya pencarian melibatkan Pos SAR Sibolga sebanyak 10 personel, dan ABK KN SAR Nakula 14 personel. Selanjutnya Kantor SAR Nias sebanyak 21 personel.
“Tim ini belum dapat bergerak akibat terkenda gelombang tinggi dan jaringan blank spot. Kemudian Kantor SAR Medan sebanyak 10 personel. Mereka terpaksa menembus akses darat terputus dan banjir setinggi pinggang,” ujarnya.
Unsur BPBD, Polairud, KP Antareja, Polres, dan Kodim juga memperkuat operasi pencarian. Sedangkan SAR mengerahkan Rescue Car, drone thermal, perlengkapan mountaineering, HT, dan berbagai peralatan evakuasi darat dalam operasi tersebut.
Cuaca Buruk dan Akses Terputus
Marsdya Mochammad Syafii menyatakan, tim melaporkan hujan masih berlangsung dan berpotensi menyebabkan banjir susulan serta longsor tambahan. Listrik padam, komunikasi terputus, cuaca ekstrem, dan gelombang tinggi semakin menghambat mobilisasi tim.
“Sementara Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng masih terisolasi,” tulis Marsdya Mochammad Syafii melaporkan kondisi terkini kepada Presiden Prabowo Subiato dan meminta arahan lebih lanjut. (KSC)
LAPORAN: Tim Redaksi








