WNI di Ukraina Mengungsi ke Kantor Kedutaan Besar RI di Kyiv, “Minta Dibantu Doa, Supaya Selamat”

WNI di Ukraina Mengungsi ke Kantor Kedutaan Besar RI di Kyiv, “Minta Dibantu Doa, Supaya Selamat”
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kyiv (wikipedia)

UKRAINA | kliksumut.com Puluhan WNI di Ukraina mengungsi ke kantor Kedutaan Besar RI di Kyiv pasca serangan Rusia terhadap Ukraina kamis (24/2). Hingga kini situasi di Kyiv dikatakan masih tergolong sedikit “aman” dan “kondusif,” walau terlihat seperti kota mati.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa sekitar 70 dari 144 WNI di Ukraina mengungsi ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv pasca serangan yang dilakukan oleh Rusia Kamis pagi waktu setempat. Ledakan dan suara sirene sebagai tanda anjuran evakuasi yang menggaung di seluruh kota telah membuat warga panik.

“Ada beberapa ledakan yang teman-teman kita semua dengar, sekitar jam 5 pagi. Cuma ledakan itu pun kita belum bisa pastikan apakah itu benar-benar invasi atau provokasi, atau false flag ya, jadi memang sedikit rancu,” ujar warga Indonesia, Denny Fachry yang tinggal di Kyiv, Ukraina setahun belakangan ini.

BACA JUGA: Data 297 Juta WNI di BPJS Bocor, Kemhan Prabowo Turun Tangan

Status darurat nasional telah diberlakukan sementara ketegangan di Ukraina terus meningkat. Pemerintah menganjurkan warga untuk tidak keluar rumah atau bahkan mengevakuasi diri dan berlindung di tempat yang telah disediakan.

“Evakuasinya mereka itu adalah ke shelter-shelter yang udah disiapkan, dan juga ke subway ya, karena subway-nya mereka kan juga dibuat untuk shelter dari jaman Soviet,” tambah Denny saat dihubungi oleh VOA.
Antrean panjang memadati berbagai lokasi seperti ATM, pom bensin, dan supermarket. Para warga pun berusaha keluar dari kota Kyiv dan mencari tempat yang lebih aman.

“Jadi memang secara logistik sekarang ini sedikit lumpuh ya di Kyiv. Tapi Alhamdulillah, listrik, air, internet masih nyala,” ujar pria yang bekerja di perusahaan minyak dan gas di Kyiv ini.

Saat ini situasi di Kyiv bagaikan kota mati, walau menurut Denny masih tergolong “aman dan kondusif.” Namun, ia dan keluarganya memutuskan untuk segera keluar dari rumah dan pergi ke KBRI di Kyiv. Walau merasa cemas, ia berusaha untuk tetap tenang.

“Kebetulan saya lagi enggak bisa tidur, mengecek handphone, enggak lama kemudian sirene bunyi. Ya udah, dari situ kita langsung packing, telpon sana, telpon sini,” cerita istri Denny, Vanda Sakina kepada VOA.
Kini Denny, Vanda, dan kedua anak mereka tengah mengungsi dan bermalam bersama WNI lainnya di KBRI di Kyiv. Rencana ini memang sudah mereka niatkan sejak lama, sesuai arahan dari KBRI.

BACA JUGA: Perhatian! Mulai 7 September, WNI Dilarang Masuk Malaysia

“Kita udah niat kalau misalnya pun ada apa-apa kita harus kumpul di KBRI karena yang bisa mengevakuasi dari KBRI karena kita punya keterbatasan ya dari mulai bahasa, dari kendaraan,” kata Denny.

Mengingat susah untuk mendapatkan makanan, beberapa WNI sempat kembali ke rumah untuk mengambil stok makanan yang ada, seperti beras dan daging. Untuk keluar gedung pun mereka harus berhati-hati, mengingat penjagaan yang diperketat di Kyiv.

“Udah darurat militer di (Kyiv), jadi lebih banyak pemeriksaan, lebih bahaya gitu, kalau di jalan. Jadi lebih bagus ke shelter, di rumah, atau ya kalau bisa jangan ke jalan,” tambah Denny.

Pos terkait