KLIKSUMUT.COM | MAKKAH, ARAB SAUDI – Cuaca panas ekstrem yang melanda Tanah Suci selama musim haji 2025 menjadi perhatian serius petugas kesehatan. Dalam upaya melindungi jemaah haji dari risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya, Petugas Kesehatan Haji Indonesia, Liliek, mengimbau para jemaah untuk lebih bijak dalam menjalankan ibadah, terutama di siang hari.
“Kami menganjurkan jemaah untuk tidak memaksakan diri. Hindari beribadah di siang hari yang terik. Gunakan selalu APD seperti masker, payung, kacamata hitam, alas kaki, ketika akan dan saat melakukan ibadah. Minum air putih atau air zam-zam sedikit demi sedikit hingga 2 liter per hari. Jangan lupa juga minum oralit sehari sekali agar tidak dehidrasi,” imbau Liliek.
BACA JUGA: Duka di Tanah Suci: Jemaah Haji Asal Labusel Wafat di Makkah
Perhatikan Kesehatan dan Jangan Abaikan Pengobatan
Liliek juga menegaskan pentingnya menjaga pola minum obat secara teratur bagi jemaah yang memiliki penyakit tertentu. Kondisi kesehatan yang stabil sangat menentukan kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
“Kami ingatkan kepada jemaah yang sedang sakit atau memiliki riwayat penyakit, minumlah obat sesuai jadwal. Hindari stres dengan terus berpikiran positif dan memperbanyak zikir. Lakukan pemeriksaan kesehatan minimal tiga kali dalam seminggu ke petugas kesehatan untuk memastikan faktor risiko tetap terkendali,” ujar Liliek.
Jangan Abaikan Lansia dan Jemaah dengan Komorbid
Yang tak kalah penting, Liliek meminta jemaah yang sehat dan para ketua regu untuk aktif mendampingi jemaah lansia dan mereka yang memiliki komorbid seperti penyakit jantung atau diabetes.
“Dan, yang paling penting adalah dampingi jemaah dengan komorbid dan lansia yang memiliki riwayat jantung. Koordinasikan dengan ketua regu agar pendampingan optimal dan mereka tetap aman dalam beribadah,” tegasnya.
Cuaca Panas Meningkatkan Risiko Heatstroke
Berdasarkan pantauan cuaca terakhir, suhu udara di Makkah dan Madinah dapat mencapai lebih dari 45°C pada siang hari. Kondisi ini meningkatkan risiko heatstroke, terutama bagi jemaah yang lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan. Oleh karena itu, penting bagi jemaah untuk memahami batas fisik masing-masing dan selalu mengikuti arahan petugas.
Tips Bertahan di Cuaca Panas Tanah Suci
Untuk membantu jemaah tetap sehat dan kuat selama beribadah, berikut beberapa tips dari tim kesehatan:
– Hindari keluar tenda atau hotel saat matahari sedang terik (pukul 11.00–15.00 waktu setempat).
– Gunakan perlengkapan pelindung diri: payung, masker, kacamata hitam, dan alas kaki.
– Konsumsi air putih dan air zam-zam secara berkala, jangan tunggu haus.
– Minum oralit sekali sehari untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
– Istirahat cukup dan hindari aktivitas berlebih.
– Perbanyak berzikir dan berpikir positif untuk menjaga kesehatan mental.
BACA JUGA: Ruben Onsu Berangkat Haji 2025 Usai Jadi Mualaf: “Awalnya Bengong, Enggak Nyangka!”
Keselamatan dan Kesehatan Adalah Bagian dari Ibadah
Menjaga kesehatan selama berhaji adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) terus mengimbau agar jemaah menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Dengan kepatuhan terhadap anjuran ini, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. (KSC)








