KLIKSUMUT.COM | BATAM ~ Ratusan warga Batam turun ke jalan untuk menyuarakan keluhan terkait pelayanan air bersih yang sering terganggu. Aksi unjuk rasa ini berlangsung aman berkat pengamanan ketat Polresta Barelang dan jajaran terkait.
Polresta Barelang mengamankan aksi warga yang berlangsung di beberapa titik strategis, termasuk Kantor Wali Kota Batam, Kantor DPRD Kota Batam, Kantor BP Batam, dan Kantor ABH, Kamis (22/01/2026).
Polisi mengerahkan 211 personel gabungan, terdiri dari 82 anggota Polresta Barelang dan 129 personel BKO Polda Kepri.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menyatakan bahwa pihaknya melakukan pengamanan secara berlapis.
“Kami menempatkan unsur pimpinan kendali operasi, personel Dalmas awal, tim negosiator, pengamanan lalu lintas, serta dukungan personel Brimob dan Dit Samapta Polda Kepri untuk mengantisipasi potensi gangguan,” tegasnya.
Massa Aksi Tuntut Langkah Konkret Penanganan Air Bersih
Sekitar 300 orang massa aksi menyampaikan aspirasi mereka terkait pelayanan air bersih yang dinilai belum optimal. Mereka menuntut pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki layanan air bersih yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Rangkaian aksi diawali dengan apel pengamanan yang dipimpin Kapolsek Batam Kota. Massa kemudian bergerak ke titik lokasi orasi secara bergantian. Personel polisi melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, mengatur arus lalu lintas, serta melakukan pendekatan dialogis melalui tim negosiator untuk menjaga situasi tetap aman.
BACA JUGA: PDAM Mual Nauli Gratiskan Rekening Air untuk Korban Bencana Tapteng
Dialog Bersama DPRD dan Pemkot Batam
Dalam pertemuan dengan DPRD Kota Batam dan Pemerintah Kota Batam, perwakilan massa menyepakati beberapa poin tuntutan yang tertuangdalam penandatanganan Tritura. Salah satu kesepakatan utama adalah percepatan penanganan kebutuhan air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang dan Batu Ampar. Polisi mengawal jalannya dialog agar aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik.
Kapolresta Barelang menegaskan peran polisi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
BACA JUGA: Curah Hujan Tinggi Rusak Sumber Air, Distribusi PDAM Tapteng Terganggu
“Kami dari Kepolisian berkomitmen untuk mengawal dan memfasilitasi penyampaian aspirasi masyarakat secara aman dan tertib. Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar tetap menyampaikan pendapat dengan kepala dingin, tidak anarkis, serta menjaga ketertiban umum demi kepentingan bersama,” ujarnya.
Seluruh rangkaian aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 15.10 WIB. Massa aksi membubarkan diri secara tertib, dan pengamanan berjalan aman dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat. (KSC)
REPORTER: Dalil Harahap








