KLIKSUMUT.COM | TAPAKTUAN – Keluhan terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Naga Tapaktuan terus bermunculan dari berbagai wilayah, termasuk dari warga Kecamatan Samadua dan Lhokbengkuang Timur. Warga mengeluhkan distribusi air bersih yang tidak stabil, meskipun telah memenuhi tanggung jawab membayar rekening air secara rutin dan berusaha menghindari tunggakan.
Salah seorang warga Lhokbengkuang Timur, Febrian mengatakan, pelayanan air bersih PDAM Tirta Naga semakin mengecewakan. Bahkan dalam lima bulan terakhir, air PDAM seringkali mati total. Akibatnya, sebagian warga terpaksa menampung air bersih dari masjid.
“Saya sudah ke Kantor PDAM kasih tau mereka saol air sering mati. Tapi tanggapan begitu saja,” ujar kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).
BACA JUGA: Air Tidak Lancar: Warga Samadua Keluhkan Buruknya Pelayanan PDAM Tirta Naga Tapaktuan
Debit Air Kecil, Warga Diimbau Beli Sanyo
Beberapa pekan terakhir, air mulai mengalir kembali dengan durasinya sangat terbatas. Kadang air hidup beberapa jam pada pagi dan sore hari, lalu kembali mati hingga siang atau malam hari.
“Kalau pun hidup, airnya kecil. Mana cukup. Mereka malah suruh kita beli mesin Sanyo agar air bisa naik ke rumah. Padahal itu tanggung jawab mereka sebagai penyedia layanan air bersih,” kesal Febrian.
Kepatuhan warga membayar rekening air tepat waktu, tidak disertai dengan pelayanan prima dari pengelola PDAM) Tirta Naga.
“Selama ini, susah bayar air. Lomba cepat sebelum jatuh tempo. Jangan nunggak, nanti ada lagi denda, kan?!” ketus Febrian.
BACA JUGA: PDAM Tirta Naga Tapaktuan Targetkan 6 Bulan Atasi Persoalan Air Bersih
PDAM Tirta Naga: Debit Air Terbatas, Aliran Harus Didurasi
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Fadillah SE, mengakui adanya keterbatasan dalam suplai air bersih di wilayah Lhokbengkuang. Hal ini disebabkan oleh rendahnya debit air di bak penampungan utama yang berada di kawasan Mata Ie.
“Kami memang membuat sistem durasi karena debit air tidak mencukupi. Jika dipaksakan, air bisa habis dan yang tersedot justru pasir dan lumpur, yang berpotensi merusak mesin pompa,” jelas Fadillah.
Fadillah menambahkan, sebelumnya PDAM Tirta Naga Tapaktuan mengoperasikan satu unit pompa di Lhokbengkuang, namun saat ini telah ditambah satu pompa lagi untuk meningkatkan suplai air ke rumah warga. Meski demikian, sistem distribusi tetap dibatasi agar tidak terjadi kerusakan akibat tekanan air yang tidak stabil.
BACA JUGA: Abdillah Resmi Dilantik Sebagai Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan
Solusi Jangka Panjang Masih Dibahas
PDAM Tirta Naga Tapaktuan juga menyatakan komitmenya terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan distribusi air bersih, termasuk mempertimbangkan peningkatan kapasitas penampungan dan efisiensi distribusi ke wilayah-wilayah yang terkena dampak. (KSC)
REPORTER: Dahyati





