Usai DPR Setujui Amnesti Hasto, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Temui Megawati: “Merajut Persahabatan”

Usai DPR Setujui Amnesti Hasto, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Temui Megawati: “Merajut Persahabatan”
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri usai umumkan amnesti buat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (dok Instagram/sufmi_dasco)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membagikan momen pertemuannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di akun Instagram pribadinya @sufmi_dasco pada Kamis malam, 31 Juli 2025.

Dalam unggahan tersebut, Dasco terlihat datang bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Keduanya diterima hangat oleh Megawati yang turut didampingi dua anaknya yang juga merupakan elite PDIP, yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

“Merajut tali persahabatan dan persaudaraan,” tulis Dasco di kolom caption unggahannya, yang langsung menyita perhatian publik dan kalangan politik.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Eks Mendag Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Impor Gula, Didenda Rp750 Juta

Momen ini diunggah hanya beberapa jam setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui permintaan amnesti dari Presiden RI Prabowo Subianto terhadap 1.116 orang, termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Persetujuan itu dibacakan langsung oleh Dasco dalam sidang di kompleks parlemen, Jakarta.

DPR Setujui Amnesti untuk Hasto Kristiyanto

Hasto Kristiyanto sebelumnya divonis 3,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Ia dinyatakan bersalah memberikan suap kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019–2024.

Dalam persetujuan DPR, Dasco menyatakan bahwa amnesti diberikan berdasarkan Surat Presiden Nomor R 42/Pers/VII/2025 tertanggal 30 Juli 2025.

“Pemberian ini merupakan bagian dari pertimbangan politik dan kemanusiaan Presiden Prabowo Subianto. DPR memberikan persetujuan atas amnesti terhadap 1.116 orang, termasuk Saudara Hasto Kristiyanto,” ujar Dasco di Senayan, Jumat (31/7/2025).

Manuver Politik Usai Amnesti?

Pertemuan antara Dasco dan Megawati, yang berlangsung tak lama setelah keputusan politik penting ini, memunculkan spekulasi baru di kalangan pengamat. Banyak yang menilai momen ini sebagai bentuk komunikasi strategis lintas partai menjelang Pilkada Serentak 2024 yang akan digelar pada akhir tahun.

Sejumlah analis melihat bahwa langkah Dasco sebagai representasi elite Gerindra untuk “merangkul kembali” PDIP setelah dinamika tajam di masa kampanye Pilpres lalu.

Reaksi Publik dan Elite Politik

Unggahan Dasco di Instagram langsung dibanjiri komentar dari netizen dan kalangan politik. Banyak yang mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk rekonsiliasi antar elite nasional yang bisa membawa stabilitas politik pasca pemilu.

BACA JUGA: Guntur Romli Sebut Vonis 3,5 Tahun untuk Hasto Kristiyanto sebagai Rekayasa Politik, Bukan Penegakan Hukum

Namun, ada juga yang menyayangkan pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto, mengingat vonis pengadilan telah menyatakan ia bersalah atas tindakan suap.

Pertemuan ini menandai babak baru dalam dinamika hubungan politik antara Gerindra dan PDIP. Di tengah isu-isu strategis nasional dan tantangan pembangunan, komunikasi antar pimpinan partai besar menjadi sinyal penting bagi publik bahwa kepentingan bangsa berada di atas segalanya. (KSC)

Pos terkait