Tiga Saham Milik Prajogo Pangestu Melesat Usai Dapat Kado dari MSCI, IHSG Ikut Terbang

Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu (kliksumut.com/Wikipedia)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tajam sebesar 1,18% pada perdagangan Senin pagi (14/7/2025). Penguatan ini tak lepas dari lonjakan tiga saham milik konglomerat energi Prajogo Pangestu, yang mendapat angin segar usai pengumuman penting dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi bintang utama. Pada menit-menit awal perdagangan, saham BREN melesat hampir 20%, menyentuh batas auto rejection atas (ARA) sebelum akhirnya terkoreksi ringan, namun masih bertahan naik sekitar 15%. Kapitalisasi pasar BREN pun ikut terdongkrak, bahkan sempat mendekati kembali level Rp 1.000 triliun, menjadikannya salah satu emiten termahal di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tak hanya BREN, dua saham lain milik Prajogo Pangestu juga mengikuti jejak positif. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kompak melesat hingga 10%, menyumbang sentimen positif terhadap penguatan IHSG secara keseluruhan.

BACA JUGA: Megawati Serukan Tata Dunia Baru Berkeadaban dalam Forum Global di Beijing: Palestina dan Pancasila Jadi Sorotan Utama

MSCI Cabut Perlakuan Khusus, Saham Prajogo Pangestu Siap Masuk Radar Investor Global

Katalis utama lonjakan tiga saham tersebut datang dari pengumuman MSCI yang mencabut perlakuan khusus (special treatment) terhadap BREN, CUAN, dan PTRO. Ketiganya kini akan kembali dievaluasi normal sesuai dengan metodologi Global Investable Market Indexes (GIMI) milik MSCI.

“Tiga saham tak lagi dapat perlakuan khusus dan akan dievaluasi normal: Barito Renewables Energy (BREN), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Petrosea (PTRO),” tulis MSCI dalam keterangannya, dikutip Senin (14/7/2025).

Perubahan ini akan berlaku mulai periode Agustus 2025 di bursa saham Indonesia dan Taiwan. Hal ini membuka potensi besar bagi masuknya kembali ketiga saham tersebut ke dalam jajaran indeks global MSCI, yang menjadi acuan banyak investor institusi dunia.

Papan Pemantauan Khusus Juga Diperpanjang

Tak hanya itu, MSCI juga mengumumkan perpanjangan masa pemantauan terhadap saham yang masuk dalam Indonesia Watch List Board (Kriteria 10) dan Taiwan Disposition Board. Artinya, saham yang masuk daftar ini tidak akan bisa ditambahkan ke indeks atau dipindahkan ke segmen ukuran berbeda jika masih terpantau selama periode tersebut.

Selain itu, MSCI juga memperbarui metodologi evaluasi indeksnya. Langkah ini membuka peluang kebijakan serupa diterapkan di negara lain.

“Periode pemantauan diperpanjang dari cutoff review sebelumnya hingga tiga hari kerja sebelum effective date,” tambah MSCI.

Investor Semakin Optimistis, Saham Energi Jadi Sorotan

Kabar baik dari MSCI ini membuat saham-saham energi dan infrastruktur kian disorot investor. Ketiga saham milik taipan Prajogo Pangestu—yang dikenal luas di sektor energi terbarukan dan tambang—diprediksi masih akan menjadi penggerak utama indeks dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA: Saham Google Anjlok Setelah Pendapatannya Mengecewakan

BREN, CUAN, dan PTRO kini masuk radar investor global sebagai saham yang tak hanya likuid, tapi juga berpotensi menyumbang bobot penting dalam indeks MSCI yang menjadi rujukan utama banyak manajer dana global.

Dengan masuknya kembali dalam metodologi evaluasi normal, ketiga saham ini berpeluang mengundang aliran dana asing dalam jumlah besar, serta memperkuat posisi pasar modal Indonesia di mata investor internasional.

Arah Positif Pasar Modal Berlanjut

Kenaikan IHSG hari ini menjadi sinyal positif bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki daya tarik kuat, terutama dengan sentimen dari MSCI yang bisa memperkuat fundamental saham-saham unggulan nasional. Aksi beli investor atas saham-saham milik Prajogo Pangestu menjadi bukti bahwa kabar baik dari luar negeri mampu mendorong kepercayaan investor domestik dan global. (KSC)

Pos terkait