Tawuran di Medan Labuhan, Pemuda 20 Tahun Meninggal

awuran Maut di Medan Labuhan, Pemuda 20 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin
Tawuran (Ilustrasi)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali menelan korban jiwa. Seorang pemuda bernama Fahri Akbar (20) meninggal setelah kena peluru senapan angin saat terjadi bentrokan di Jalan Pabrik Papan, Lingkungan XIV Rel Kereta Api, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, pada Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Jalan Khaidir, Lingkungan VIII, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan. Ia dilaporkan kena peluru di bagian atas telinga sebelah kanan saat terlibat dalam aksi tawuran.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani, dalam keterangannya pada Senin (22/9/2025), membenarkan peristiwa tersebut.

“Korban tewas diduga akibat terkena peluru saat sedang tawuran di lokasi kejadian. Kepolisian sektor Belawan menerima laporan adanya korban jiwa akibat tertembak senapan angin,” ujar AKBP Siti Rohani.

BACA JUGA: Lima Pemuda Terduga Pelaku Tawuran Maut di Belawan Ditangkap, Polisi Sita Senjata Tajam dan Panah

Berdasarkan keterangan dua saksi, yakni MF dan WAJ, mereka mengaku sedang bersama korban saat tawuran terjadi. Menurut pengakuan mereka, letusan yang mengenai korban berasal dari arah dua rumah berinisial I dan S, namun pelaku belum dapat diidentifikasi secara pasti.

“Saksi menyebut saat sedang tawuran, tiba-tiba terdengar suara senapang angin dan korban langsung tersungkur. Mereka lalu membawa korban ke rumah dan kemudian dibawa keluarga ke klinik untuk mendapat perawatan,” jelas Siti Rohani.

Sayangnya, upaya pertolongan tidak membuahkan hasil. Korban sempat dibawa pulang ke rumah, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Bacaan Lainnya

Jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka. Meski demikian, pihak keluarga menolak autopsi dan memilih untuk mengikhlaskan kepergian korban, dengan menyampaikan surat pernyataan kepada pihak kepolisian.

BACA JUGA: Tawuran Kian Marak, IWO Minta Pemko Sibolga Berlakukan Jam Malam untuk Remaja

“Keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi, dan menerima kematian anaknya dengan ikhlas,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan bukti guna mengungkap pelaku.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan segera melapor jika mengetahui informasi terkait kasus ini,” pungkas AKBP Siti Rohani. (KSC)

Pos terkait