KLIKSUMUT.COM | KARO – Bencana alam tanah longsor dan banjir bandang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada Senin (24/11/2025), meninggalkan duka mendalam bagi ribuan warga.
Hujan deras berkepanjangan memicu longsor dan luapan air di delapan kabupaten/kota, termasuk Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Gunung Sitoli, dan Padang Sidempuan.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, mengungkapkan bahwa wilayah paling parah terdampak adalah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, di mana longsor besar serta banjir bandang merusak pemukiman, infrastruktur, hingga memutus akses jalan.
Kapolres Tanah Karo Sampaikan Duka dan Doa untuk Korban
Dalam siaran persnya yang dirilis, Rabu (26/11/2025), Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr Opsla, menyampaikan rasa duka cita mendalam serta solidaritas penuh bagi masyarakat di berbagai daerah yang terdampak.
BACA JUGA: Banjir dan Longsor Tapteng: Tim SAR Masih Lakukan Pencarian Korban Tertimbun
“Kepada semua saudara-saudara kami, kiranya selalu tabah dan kuat menghadapi musibah yang sedang dialami. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan,” ucap Kapolres.
Ia juga menambahkan pesan yang penuh empati untuk warga yang kini sedang berjuang melewati masa sulit.
“Kuatkan hati setiap keluarga yang terdampak, ringankan setiap beban yang dihadapi, dan pulihkan kembali wilayah yang mengalami kerusakan. Berikan kesehatan, keselamatan, dan ketabahan kepada seluruh masyarakat serta para petugas yang berjuang di lapangan.”
Petugas gabungan TNI-Polri, BPBD, Basarnas, serta relawan terus melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, dan distribusi bantuan darurat. Beberapa wilayah masih sulit dijangkau akibat akses yang tertutup material lumpur dan pohon tumbang.
BACA JUGA: Banjir dan Longsor Terjang Taput, Polisi Gerak Cepat Evakuasi 1 Keluarga Luka-Luka di Purbatua
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada mengingat potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait tengah memetakan kerusakan dan kebutuhan mendesak di lokasi terdampak, mulai dari logistik, tempat pengungsian, hingga penanganan kesehatan.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Doa dan dukungan terus mengalir bagi masyarakat Sumatera Utara yang tengah dilanda musibah. (KSC)
REPORTER: Herman Harahap








