SRMP 7 Sukabumi Siap Terima Siswa Baru, Sekolah Rakyat Jadi Ujung Tombak Putus Rantai Kemiskinan

SRMP 7 Sukabumi Siap Terima Siswa Baru, Sekolah Rakyat Jadi Ujung Tombak Putus Rantai Kemiskinan
Program Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi kini siap menyambut siswa baru setelah lebih dari sembilan bulan beroperasi sejak Juli 2025.

KLIKSUMUT.COM | SUKABUMI – Program Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi kini siap menyambut siswa baru setelah lebih dari sembilan bulan beroperasi sejak Juli 2025.

Sekolah yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera ini aktif melakukan penjangkauan calon siswa melalui kolaborasi antara pendamping sosial dan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah anak tidak sekolah, putus sekolah, hingga mereka yang berisiko putus sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan siswa dilakukan secara gratis, transparan, dan tanpa praktik titipan.

“Seleksi sepenuhnya mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Gus Ipul saat meninjau langsung SRMP 7 Sukabumi, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Gus Ipul, program ini merupakan perhatian khusus dari Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada keluarga di desil 1 dan 2 dalam DTSEN—yakni kelompok dengan kondisi sosial ekonomi paling rentan.

Ia menyebut Sekolah Rakyat menjadi “rumah belajar” dengan lingkungan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

BACA JUGA: Menteri PPPA Dorong Sistem Pengasuhan Aman dan Terintegrasi

Usai meninjau sarana dan berdialog dengan siswa, Gus Ipul mengapresiasi kinerja para guru dan tenaga pendidik. Ia melihat adanya perubahan signifikan pada kondisi siswa sejak awal masuk hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

“Di awal tentu ada tantangan, tapi sekarang anak-anak terlihat lebih nyaman, lebih bugar, dan lebih percaya diri,” ungkapnya.

Tak hanya itu, para siswa juga mulai memiliki gambaran masa depan yang lebih jelas. Berbagai cita-cita mulai tumbuh, dari menjadi ASN, TNI, Polri, hingga profesi seperti dokter, dosen, dan pengusaha.

Sejak diluncurkan pada 14 Juli 2025, program Sekolah Rakyat telah menampung lebih dari 15.000 siswa di seluruh Indonesia. Jumlah ini ditargetkan meningkat pesat pada tahun ajaran baru menjadi lebih dari 45.000 siswa.

Pemerintah bahkan menargetkan ekspansi besar dalam beberapa tahun ke depan:

  • 2027: lebih dari 100 ribu siswa
  • 2028: lebih dari 200 ribu siswa
  • 2029–2030: tembus 400 ribu siswa

BACA JUGA: Penguatan Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Bermutu, Menag Nasaruddin Umar: Semua Pihak Harus Terlibat

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi gerakan nasional untuk memutus rantai kemiskinan.

“Ini adalah gerakan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalan paling teruji, yaitu pendidikan,” tegasnya.

Dengan sistem gratis, terarah, dan berbasis data, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dari lapisan paling bawah. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait