KLIKSUMUT,COM | JAKARTA – Penguatan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berakar pada nilai karakter. Hal ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, upaya menghadirkan pendidikan bermutu tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak secara aktif dan berkelanjutan.
“Pendidikan adalah ikhtiar bersama. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang saling menguatkan untuk memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Menag menilai tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, mencerminkan urgensi membangun kolaborasi yang lebih luas dalam memperkuat sistem pendidikan nasional.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik semata. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk manusia yang berintegritas, memiliki kepekaan sosial, serta fondasi moral yang kuat.
BACA JUGA: Prabowo Teken Perpres ILO 188 hingga Bangun 1.386 Kampung Nelayan
“Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter, etika, dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyoroti pentingnya kontribusi pendidikan agama dan keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia menyebut madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai ruang strategis dalam menanamkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak.
“Lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial,” katanya.
Menag menambahkan bahwa penguatan pendidikan karakter menjadi semakin relevan di tengah perkembangan zaman yang cepat serta kompleksitas tantangan sosial saat ini. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan.
“Ilmu harus melahirkan manfaat. Pendidikan perlu membangun kecerdasan yang berpijak pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” tegasnya.
BACA JUGA: Prabowo Hadiri May Day 2026 di Monas, Buruh Sebut Momentum Bersejarah Kedekatan Negara dan Pekerja
Mengakhiri sambutannya, Menag mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kerja sama dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka, inklusif, dan mampu memberikan ruang tumbuh optimal bagi seluruh anak Indonesia.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Mari terus belajar, berkolaborasi, dan memastikan pendidikan Indonesia semakin maju serta menjangkau semua,” pungkasnya. (KSC)
TIM REDAKSI








