Sinergi Kemdiktisaintek–KemenLH Perkuat Pengelolaan Sampah Nasional

Sinergi Kemdiktisaintek–KemenLH Perkuat Pengelolaan Sampah Nasional
Penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah nasional kian dipercepat. Sinergi strategis antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah nasional kian dipercepat. Sinergi strategis antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) ditegaskan dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di kantor KemenLH, Rabu (18/2/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional secara terintegrasi, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu krusial di berbagai daerah dan membutuhkan langkah luar biasa serta kolaboratif.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Brian Yuliarto menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk mengambil peran aktif, terutama dalam membangun tata kelola pengelolaan sampah di tingkat mikro.

“Kami siap membantu. Sumber daya mahasiswa dan dosen yang kita miliki sangat besar, karena itu kami siap mendukung,” ujar Menteri Brian.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa akan diperkuat melalui berbagai skema akademik agar berdampak berkelanjutan. Program pendampingan tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan dapat berlangsung satu semester dan dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

“Mahasiswa benar-benar mendampingi, memonitor, dan memastikan sistemnya berjalan,” tambahnya.

Pendekatan ini diharapkan memperkuat edukasi sosial sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Sebagai tahap awal, kolaborasi akan difokuskan pada pengembangan proyek percontohan di sejumlah kota dengan pelibatan aktif perguruan tinggi setempat. Mahasiswa akan diterjunkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan pengabdian kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Konferensi Perwakilan Pemerintah SSEAYP 2026 Resmi Ditutup di Bangkok, Delegasi Indonesia Raih Apresiasi Lewat Program “Merakit”

Fokus kegiatan meliputi: edukasi pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah organik melalui komposting dan biodigester, penguatan sistem monitoring berbasis komunitas dan Pendampingan tata kelola sampah di tingkat desa dan kelurahan

Dukungan keilmuan juga mencakup rekayasa material daur ulang hingga teknologi konversi sampah menjadi energi, termasuk kajian peningkatan efektivitas fasilitas pengolahan sampah di daerah.

Kemdiktisaintek turut mendorong penguatan inisiatif Campus Zero Waste, yang mengarahkan perguruan tinggi menjadi pusat inovasi dan rujukan praktik baik pengelolaan sampah.

Saat ini, lebih dari seratus kampus telah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui proses verifikasi dan penguatan standar teknologi ramah lingkungan.

Program ini tidak hanya menyasar penyelesaian persoalan sampah di lingkungan kampus, tetapi juga memperluas dampak ke masyarakat dan pemerintah daerah sekitar.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi kesiapan Kemdiktisaintek dalam memperkuat dimensi edukasi, riset, dan inovasi.

Menurutnya, dukungan perguruan tinggi sangat strategis untuk: meningkatkan kesadaran publik, memperkuat kapasitas pemerintah daerah, mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah dan membangun model komunikasi dan edukasi berbasis komunitas akademik

BACA JUGA: Menag Pesan Mubaligh dan Imam Tarawih Jaga Kesehatan dan Metode Dakwah Selama Ramadan 2026

Sinergi kedua kementerian juga mencakup pengembangan jaringan kerja bersama, pertukaran data dan kajian, serta penyusunan model komunikasi, informasi, dan edukasi berbasis riset.

Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang menegaskan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi harus hadir sebagai solusi konkret bagi persoalan strategis bangsa, termasuk krisis pengelolaan sampah.

Dengan keterlibatan aktif kampus di seluruh Indonesia, pemerintah optimistis pengelolaan sampah nasional dapat berjalan lebih terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan terobosan teknologi, memperkuat tata kelola, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait