KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri kerajinan nasional dengan memfasilitasi delapan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan untuk tampil di ajang bergengsi Inacraft 2026. Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara tersebut menjadi panggung strategis untuk memperluas ekspansi pasar, baik domestik maupun internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Inacraft merupakan momentum penting bagi pelaku usaha kerajinan dalam memperluas jaringan bisnis dan memperkuat branding produk lokal.
“Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya. Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Kementerian Perindustrian, Rabu (18/2/2026).
Pameran Inacraft 2026 digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin menghadirkan delapan IKM unggulan dalam satu area booth berbentuk island untuk memaksimalkan eksposur dan potensi transaksi.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan, delapan IKM tersebut adalah Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D’moroy.
Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari kerajinan tanduk, aksesori dan perhiasan mutiara, tas anyaman serat alam dan kulit, produk fashion dan tenun, hingga kerajinan berbahan limbah kayu yang mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap dengan dukungan ini, IKM mampu mencatat penjualan tinggi dan memperkuat posisinya di pasar nasional dan global melalui ekspansi pasar,” kata Reni.
Industri kerajinan Indonesia menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kemenperin, nilai ekspor kerajinan pada triwulan III tahun 2025 mencapai USD305,54 juta, melonjak dibanding triwulan sebelumnya sebesar USD173,5 juta.
BACA JUGA: Telkomsel Gandeng Muslim Pro, Hadirkan Paket Bundling Ramadan di MyTelkomsel
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa produk kerajinan lokal semakin kompetitif di pasar global. Inovasi desain, eksplorasi bahan baku lokal, serta adaptasi terhadap selera pasar dinilai menjadi faktor kunci peningkatan daya saing.
“Bahan baku lokal yang dipadu dengan sentuhan seni dan desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Kami mendorong pelaku IKM terus menghadirkan produk inovatif dan berkarakter kuat,” tambah Reni.
Selama lima hari pameran, total transaksi penjualan dari delapan IKM binaan Kemenperin mencapai Rp338,16 juta. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan IKM nasional.
Tak hanya sebagai ajang promosi, pameran ini juga menjadi sarana efektif untuk mengukur respons pasar serta membuka peluang kemitraan bisnis berkelanjutan.
Tahun ini, Inacraft mengusung tema Exploring and Celebrating Womenpreneurs, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam menggerakkan industri kreatif dan perekonomian nasional.
Rangkaian kegiatan seperti Inacraft Award, Craft Talk dan Workshop, Fashion Show, hingga Art Performance turut memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional. Tiga penghargaan utama diberikan, yakni Inacraft Award, Inacraft Digital Excellence Award, dan Inacraft Womenpreneurs Award.
BACA JUGA: JNE Semarakkan Imlek 2577 dengan Promo dan Beragam Kejutan
Salah satu IKM binaan Ditjen IKMA, PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara, berhasil meraih Inacraft Awards 2026 untuk kategori Natural Fibers.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menegaskan bahwa Inacraft menjadi momentum penting bagi IKM untuk naik kelas.
“Kami menjalankan berbagai program pembinaan seperti pengembangan dan diversifikasi produk, pendampingan sertifikasi dan standardisasi, hingga kesiapan ekspor agar IKM mampu bersaing di pasar global,” ujar Budi.
Dengan dukungan berkelanjutan dari Kemenperin, industri kerajinan Indonesia diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif nasional sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar internasional. (KSC)
TIM REDAKSI







