Romeo: Kisah Perjalanan Band Legendaris dari Cikal Bakal Bima hingga Lahirnya Hit “Bunga Terakhir”

Romeo: Kisah Perjalanan Band Legendaris dari Cikal Bakal Bima hingga Lahirnya Hit “Bunga Terakhir”
Bima Band (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM –  Industri musik Indonesia memiliki banyak kisah menarik tentang lahirnya band-band besar. Salah satu yang tak lekang oleh waktu adalah Romeo, grup musik yang dikenal melalui hit romantis mereka, “Bunga Terakhir.” Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa sebelum Romeo terbentuk, ada band bernama Bima yang menjadi cikal bakal perjalanan musik tersebut.

Bima dibentuk pada tahun 1995 dan menjadi wadah awal bagi musisi-musisi yang kelak mewarnai industri musik Tanah Air. Salah satu personel yang paling menonjol kala itu adalah sang vokalis, Bebi, yang kemudian lebih dikenal publik sebagai Bebi Romeo.

Karisma dan karakter vokal Bebi membuat Bima cukup dikenal, meski usia band tersebut tidak bertahan lama. Setelah Bima resmi bubar, perjalanan musik para personelnya justru memasuki babak baru.

BACA JUGA: Bhaskara: Grup Jazz Fusion Legendaris Indonesia yang Tembus North Sea Jazz Festival

Usai membubarkan Bima, tiga personelnya—Bebi (vokalis), Yudha Prasetyo (gitaris), dan Bimo Sulaksono yang merupakan mantan drummer dari Netral, Ahmad Band, dan Dewa 19—sepakat membentuk band baru bernama Romeo.

Bacaan Lainnya

Nama Romeo pun kemudian dikenal luas di era 2000-an berkat lagu-lagu bernuansa cinta yang kuat, dengan sentuhan melodic pop khas Bebi sebagai vokalis sekaligus komposer.

Salah satu karya terbesar Romeo adalah “Bunga Terakhir,” sebuah single yang hingga kini masih sering diputar dan dibawakan ulang oleh banyak musisi. Lagu ini memiliki lirik emosional dan melodi yang mudah diingat, membuatnya tetap relevan di berbagai generasi.

“Bunga Terakhir” bukan hanya mempopulerkan nama Romeo, tetapi juga memperkuat posisi Bebi Romeo sebagai salah satu pencipta lagu terbaik di Indonesia.

BACA JUGA: Setelah 17 Tahun Vakum, Girlband Legendaris Bening Resmi Comeback dengan Formasi Baru

Meski formasi dan aktivitas band terus berubah seiring waktu, Romeo tetap menjadi salah satu ikon musik pop romantis Indonesia. Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa karya yang tulus dan berkarakter akan selalu punya tempat di hati pendengar.

Kisah perjalanan dari Bima (1995) hingga transformasi menjadi Romeo adalah bagian berharga dari sejarah musik Indonesia. Dengan deretan personel berbakat dan deru kreativitas yang tidak pernah padam, Romeo meninggalkan jejak yang sulit dilupakan—terutama lewat karya fenomenal seperti “Bunga Terakhir.” (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait