KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Program unggulan pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyedot anggaran negara sebesar Rp 4,4 triliun hingga pertengahan Juni 2025. Angka ini meningkat signifikan dari realisasi akhir Mei yang baru mencapai Rp 3,3 triliun. Program yang digagas untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, dalam konferensi pers APBN edisi Mei 2025 di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Selasa (17/6/2025), memaparkan perkembangan signifikan program tersebut.
“Kalau kita lihat realisasi akhir Mei yang sebesar Rp 3,3 triliun, ini sampai setengah bulan kira-kira nambah Rp 1,1 triliun,” ujar Suahasil.
BACA JUGA: Dorong Penguatan Gizi, Tim Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Padanglawas Utara
Jumlah Penerima dan Layanan Terus Bertambah
Data yang dihimpun Kemenkeu menunjukkan bahwa jumlah unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berperan sebagai pelaksana distribusi makanan bergizi juga mengalami peningkatan. Hingga pertengahan Juni, jumlahnya mencapai 1.716 SPPG, naik dari 1.588 SPPG di bulan sebelumnya.
Sementara itu, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 4,89 juta orang, naik dari 4,55 juta orang pada akhir Mei 2025. Meski terjadi lonjakan, capaian ini masih jauh dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima dengan rencana distribusi melalui 32 ribu SPPG hingga akhir 2025.
“Kita siagakan anggaran tambahan Rp 100 triliun dan realisasinya akan kami sampaikan secara rutin tergantung kecepatan realisasi penerima manfaat oleh BGN,” tegas Suahasil.
Pemerintah Siapkan Dana Tambahan Rp 100 Triliun
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah gizi, Kementerian Keuangan telah menyiapkan cadangan anggaran tambahan sebesar Rp 100 triliun. Dana ini akan dicairkan secara bertahap, menyesuaikan progres pelaksanaan dan efektivitas distribusi yang dilakukan oleh BGN.
Program MBG sendiri menjadi salah satu prioritas utama kabinet baru Presiden Prabowo Subianto dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia sejak dini. Pemerintah menargetkan intervensi gizi bukan hanya menyasar anak-anak usia sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, hingga masyarakat miskin ekstrem.
BACA JUGA: Presiden Prabowo: Hemat Anggaran Demi Rakyat, 82,9 Juta Warga Akan Nikmati Makan Bergizi Gratis
Tantangan dan Evaluasi
Meski alokasi anggaran tergolong besar, banyak pihak mulai mempertanyakan efektivitas program MBG. Beberapa daerah dilaporkan masih kesulitan menjangkau SPPG terdekat, sementara distribusi makanan bergizi juga belum merata.
Pemerintah pun menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan audit secara berkala guna memastikan anggaran triliunan rupiah tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (KSC/CNBC)








