KLIKSUMUT.COM | CILACAP – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan tanggap darurat bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
“Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, Sabtu, (15/11/2025).
Ia juga menyampaikan ucapan duka Presiden Prabowo atas terjadinya bencana longsor di Majenang, Cilacap.
“Bapak Presiden juga menyampaikan turut berduka atas peristiwa itu,” tambah Budi Irawan.
Petugas Gabungan Percepat Operasi Pencarian
Budi Irawan menyebutkan, BNPB telah mengerahkan 512 personel gabungan untuk menangani longsor. Tim terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan berbagai organisasi relawan lainnya. BNPB juga menambah jumlah alat berat menjadi delapan unit serta menurunkan anjing pelacak (K9) untuk mempercepat pencarian korban.
Petugas melakukan operasi pencarian dengan hati-hati karena medan sulit dan hujan ringan hingga sedang masih mengguyur lokasi, meningkatkan risiko longsor susulan. Peristiwa longsor terjadi pada Kamis, 13 November 2025, sekitar pukul 19.30 WIB, menimbun 16 rumah warga di dua dusun.
Tim Terus Cari Korban yang Tertimbun
Hingga hari keempat pencarian, petugas berhasil menemukan 11 korban meninggal dunia, sementara 12 orang lainnya masih dalam pencarian.
BNPB juga telah mengungsikan sejumlah keluarga di sekitar pusat longsor ke tempat lebih aman dengan pendampingan petugas gabungan.
Selain itu, BNPB juga mengimbau warga tetap waspada karena hujan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi hingga Minggu (16 /11/2025), terutama di kawasan cekungan Majenang yang rawan pergerakan tanah. (KSC)





