Prabowo Lantik 3 Wakil Menteri Dalam Negeri, Tugas Dibagi Berdasarkan Zona Waktu Indonesia

Prabowo Lantik 3 Wakil Menteri Dalam Negeri, Tugas Dibagi Berdasarkan Zona Waktu Indonesia
MENDAGRI PUNYA 3 WAMEN: Mendagri kini memiliki 3 Wamen. Pembagian tugas tiga wamendagri akan disesuaikan dengan zona waktu Indonesia demi mempermudah koordinasi dan pengawasan. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dalam upacara yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/10/2025). Dengan demikian, ada tiga Wamendagri yang akan membantu kinerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Akhmad Wiyagus merupakan purnawirawan jenderal bintang tiga Polri, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat periode 2023–2025. Ia bergabung bersama Bima Arya Sugiarto dan Ribka Haluk, dua wakil menteri yang telah lebih dulu diangkat.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Lantik Gus Irfan Jadi Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Sebagai Wamen

Alasan Penambahan Wamendagri: Koordinasi Daerah yang Kompleks
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, penunjukan tiga Wamendagri didasari oleh beban kerja yang sangat besar di Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah harus mengawasi lebih dari 70 ribu desa yang tersebar di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi di seluruh Indonesia.

“Presiden Prabowo ingin memastikan pembangunan daerah berjalan lebih merata, efektif, dan efisien. Maka dirasa perlu untuk menambah kekuatan di Kemendagri dengan satu wakil menteri tambahan,” ujar Prasetyo Hadi usai pelantikan.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Kabinet, 5 Menteri Diganti dan 1 Kementerian Baru Dibentuk

Tugas Tiga Wamendagri Dibagi Berdasarkan Zona Waktu: WIB, WITA, dan WIT
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pembagian tugas tiga wamendagri akan disesuaikan dengan zona waktu Indonesia demi mempermudah koordinasi dan pengawasan.

Wilayah Indonesia Barat (WIB) akan mencakup Pulau Jawa dan Sumatera, Wilayah Indonesia Tengah (WITA) mencakup Pulau Kalimantan dan Sulawesi, dan Wilayah Indonesia Timur (WIT) mencakup Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara.


BACA JUGA: Presiden Prabowo Lantik Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Kepala BNN Gantikan Komjen Marthinus Hukom

“Tugas mereka nanti termasuk melakukan kunjungan langsung ke daerah-daerah, khususnya yang menghadapi tingkat inflasi tinggi, kemiskinan, atau persoalan khusus lainnya,” jelas Tito.

Sebagai mantan Kapolri 2016–2019, Tito menekankan bahwa tantangan koordinasi pemerintah daerah sangat kompleks. Kunjungan langsung dari para Wamendagri diharapkan dapat mempercepat respon pemerintah pusat terhadap berbagai isu di daerah serta memperkuat pemerataan pembangunan nasional.

“Bayangkan, ada 38 provinsi, 98 kota, 416 kabupaten, dan lebih dari 70 ribu desa. Tak mungkin saya tangani sendiri. Oleh karena itu, kehadiran tiga wakil menteri ini sangat penting,” ujar Tito. (KSC)

Pos terkait