KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025). Komite ini akan bertugas membantu kinerja Badan Pengarah Papua yang diketuai langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pembentukan Komite Eksekutif ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat implementasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang telah diatur dalam Undang-Undang Otsus Papua dan diperkuat melalui Perpres Nomor 121 Tahun 2022.
“Yang dilantik oleh Bapak Presiden hari ini adalah Ketua dan anggota Komite Eksekutif yang akan membantu kerja dari Badan Pengarah yang diketuai oleh Wakil Presiden,” ujar Prasetyo usai pelantikan.
Komite ini terdiri dari 10 anggota, dengan Velix Vernando Wanggai sebagai Ketua. Sembilan anggota lainnya adalah tokoh-tokoh Papua dari berbagai latar belakang, yakni: John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, Paulus Waterpauw, Ribka Haluk, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Yani, John dan Gluba Gebze serta Johnson Estrella Sihasale (Ari Sihasale).
BACA JUGA: Merancang Kota Masa Depan, Menko AHY Dorong Integrasi Inovasi dan Ketangguhan dalam Pembangunan
Sebagai informasi, Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otsus Papua dipimpin oleh Wapres Gibran dan beranggotakan sejumlah menteri, antara lain: Menteri Dalam Negeri, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan dan Perwakilan dari setiap provinsi di Papua, yang merupakan Orang Asli Papua (OAP) non-partai politik dan bukan dari lembaga legislatif maupun eksekutif.
Prasetyo menegaskan, kehadiran Komite Eksekutif akan memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, khususnya dalam mempercepat pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Papua.
“Untuk membantu badan ini, maka dibentuklah yang namanya Komite Eksekutif,” tambahnya.
Pembentukan Komite ini menjadi salah satu realisasi komitmen Presiden Prabowo untuk memajukan Papua secara inklusif dan berkelanjutan, dengan tetap menghormati kekhususan wilayah dan budaya Papua.
Dengan sinergi antara Komite Eksekutif dan Badan Pengarah, diharapkan program-program strategis Otsus Papua bisa berjalan lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat. (KSC)








