Polri Catat 251 Kecelakaan di Hari ke-11 Operasi Ketupat 2026

Polri Catat 251 Kecelakaan di Hari ke-11 Operasi Ketupat 2026
OPERASI KETUPAT 2026: Polri melaporkan 251 kecelakaan pada hari ke-11 Operasi Ketupat 2026 serta mempersiapkan rekayasa lalu lintas menghadapi arus balik. (FOTO: polri.go.id/Ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA ~ Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 melaporkan perkembangan pelaksanaan operasi pada hari ke-11. Data tersebut mencakup periode Minggu (22/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3/2026) pukul 06.00 WIB.

Polri mencatat 251 kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut. Peristiwa itu menelan korban jiwa sebanyak 17 orang, sementara 28 orang mengalami luka berat dan 48 orang mengalami luka ringan. Total kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut mencapai lebih dari Rp314 juta.

Dalam penegakan hukum di jalan raya, Polri juga menindak 11 pelanggaran lalu lintas. Petugas menegakkan 5 pelanggaran melalui sistem ETLE dan 6 pelanggaran secara manual. Selain itu, petugas memberikan 5 teguran kepada pengguna jalan.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Marupa Sagala.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: 11.732 Penumpang Padati Stasiun Medan Saat Arus Balik Lebaran 2026

Arus Keluar Jakarta Naik Signifikan

Polri mencatat volume kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 kendaraan pada Minggu (22/3/2026) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Angka ini naik 65,79 persen dibandingkan kondisi normal dan meningkat 2,06 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.

Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jakarta mencapai 122.994 unit. Jumlah tersebut turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun naik 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Hadapi Arus Balik

Polri menyatakan arus lalu lintas saat ini mulai melandai dan kembali normal dua arah setelah penghentian rekayasa sistem one way berdasarkan evaluasi real time di lapangan.

Meski demikian, Polri melihat adanya peningkatan bertahap arus balik menuju Jakarta. Institusi ini memprediksi puncak arus balik terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Polri bersama stakeholder terkait menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk contraflow, one way lokal, hingga one way nasional. Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.

BACA JUGA: Arus Balik Nataru di Berastagi Meningkat, Lalu Lintas Tetap Terkendali

Polri juga mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV, traffic counting real time, serta koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.

Selain itu, Polri mengimbau masyarakat memanfaatkan jalur alternatif Tol Jakarta–Cikampek II Selatan yang dapat digunakan secara gratis pada segmen tertentu selama Operasi Ketupat 2026.

Di sektor transportasi umum, Polri mencatat 871 trip kapal dengan 223.317 penumpang di 36 pelabuhan. Pada moda kereta api terdapat 2.922 perjalanan dengan 1.521.787 penumpang, sedangkan transportasi udara mencatat 1.565 penerbangan dengan 179.549 penumpang.

Polri juga memperkuat pengamanan di berbagai titik vital seperti tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, serta jalur arteri dan tol.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” tutup Marupa Sagala.

Polri menegaskan akan terus mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan guna memastikan arus mudik dan arus balik berjalan aman, tertib, dan lancar. (KSC)

Pos terkait