KLIKSUMUT.COM | JAKARTA ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengingatkan potensi meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas pada puncak arus balik Lebaran 2026. Lonjakan volume kendaraan serta kelelahan pengemudi menjadi faktor utama yang berpotensi memicu insiden di jalan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan bahwa kondisi pengemudi memegang peran penting dalam menjaga keselamatan perjalanan, terutama pada periode dengan kepadatan tinggi seperti arus balik Lebaran.
“Selain dari kesiapan armada yang prima, setiap operator juga wajib memastikan awak kendaraan seperti pengemudi dan kru yang bertugas dalam kondisi sehat dan tidak boleh sakit,” ujar Dirjen Aan dalam keterangannya seperti dikutip, Selasa (24/3/2026).
BACA JUGA: 11.732 Penumpang Padati Stasiun Medan Saat Arus Balik Lebaran 2026
Aan menegaskan lonjakan kendaraan saat arus balik meningkatkan potensi kecelakaan apabila pengemudi tidak berada dalam kondisi fit. Ia juga menyoroti bahwa kelalaian pengemudi masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas.
“Sebagaimana yang kita ketahui, sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kelalaian pengemudi di antaranya kelelahan atau melanggar aturan,” imbuhnya.
Operator Transportasi Diminta Perketat Kesiapan
Kemenhub meminta seluruh operator transportasi, baik perusahaan otobus (PO) maupun operator jasa penyeberangan, meningkatkan pengawasan terhadap kesiapan armada dan sumber daya manusia. Kemenhub menekankan pentingnya memastikan seluruh awak dalam kondisi sehat sebelum bertugas.
Selain itu, Kemenhub juga mengingatkan pentingnya disiplin operasional untuk menekan potensi risiko di lapangan selama masa angkutan Lebaran.
BACA JUGA: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi 24 Maret
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Tambahan
Kementerian Perhubungan turut mengingatkan potensi gangguan cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sejumlah wilayah diperkirakan berpotensi mengalami hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi.
“Menurut BMKG beberapa hari ke depan bisa terjadi potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa genangan air, longsor, banjir, dan tingginya gelombang air laut. Hal ini menjadi perhatian kita di sektor transportasi untuk lebih waspada dalam menjalankan operasional kendaraan,” kata Aan.
Aan berharap seluruh operator transportasi dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta memantau kondisi cuaca guna meminimalkan risiko selama perjalanan arus balik Lebaran 2026. (KSC)








