KLIKSUMUT.COM – Nama Perunggu semakin dikenal sebagai salah satu grup musik rock alternatif Indonesia yang berhasil menghadirkan warna baru di industri musik Tanah Air. Band yang beranggotakan Adam Adenan, Ildo Hasman, dan Maul Ibrahim ini terus menunjukkan eksistensinya melalui karya-karya yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat urban.
Terbentuk pada tahun 2019, Perunggu memiliki cerita unik yang membedakannya dari banyak band lainnya. Ketiga personelnya merupakan pekerja kantoran penuh waktu yang menjadikan musik sebagai ruang ekspresi kreatif setelah menjalani aktivitas pekerjaan sehari-hari. Karena identitas tersebut, mereka kerap dijuluki sebagai “Band Rock Pulang Kantor”.
Perjalanan Perunggu bermula dari kebiasaan para personelnya yang sering berlatih musik sepulang bekerja. Awalnya hanya sebagai kegiatan untuk melepas penat, namun seiring waktu ketiganya melihat potensi besar untuk menekuni dunia musik secara serius.
Adam Adenan yang mengisi posisi bass, Ildo Hasman sebagai drummer, dan Maul Ibrahim yang bertindak sebagai vokalis sekaligus gitaris, sepakat membangun Perunggu tanpa meninggalkan profesi utama mereka sebagai pekerja kantoran.
Keunikan inilah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar. Lirik-lirik lagu Perunggu banyak mengangkat persoalan kehidupan sehari-hari, tekanan pekerjaan, hingga dinamika sosial yang dirasakan generasi muda perkotaan.
Perunggu memulai langkah profesionalnya dengan merilis single non-album bertajuk “Menyala” pada 25 November 2019. Lagu tersebut menjadi pintu masuk bagi publik untuk mengenal karakter musik mereka yang enerjik dan sarat pesan kehidupan.
Tidak lama berselang, pada 16 Januari 2020, Perunggu kembali merilis single kedua berjudul “Jenuh Kan Kutelan”. Lagu ini semakin memperkuat identitas mereka sebagai band yang mampu menyuarakan keresahan pekerja dan generasi muda dalam balutan musik rock alternatif yang segar.
BACA JUGA: Pee Wee Gaskins: Perjalanan Band Pop Punk Indonesia yang Tetap Eksis Sejak 2007
Karier Perunggu semakin melesat ketika mereka merilis album debut “Memorandum” pada 11 Maret 2022. Album tersebut mendapat sambutan hangat dari pecinta musik Indonesia karena menawarkan lirik yang relevan dan aransemen yang kuat.
Sejumlah lagu dalam album ini berhasil menarik perhatian publik dan menjadikan Perunggu sebagai salah satu nama penting dalam skena musik independen Indonesia.
Album “Memorandum” juga mempertegas posisi Perunggu sebagai band yang mampu menghadirkan karya berkualitas tanpa harus mengikuti arus musik populer yang sedang tren.
Tiga tahun setelah album pertama, Perunggu kembali menghadirkan karya terbaru melalui album kedua bertajuk “Dalam Dinamika” yang resmi dirilis pada 22 Agustus 2025.
Album ini menunjukkan perkembangan musikalitas yang lebih matang dengan eksplorasi tema-tema kehidupan yang lebih luas. Melalui “Dalam Dinamika”, Perunggu kembali menegaskan identitas mereka sebagai grup musik yang dekat dengan realitas masyarakat modern.
Kehadiran album kedua tersebut mendapat respons positif dari para penggemar dan kritikus musik karena dianggap mampu mempertahankan karakter khas Perunggu sekaligus menghadirkan nuansa yang lebih segar.
Di tengah dominasi musik populer, Perunggu berhasil membuktikan bahwa musik alternatif masih memiliki tempat istimewa di hati pendengar Indonesia. Dengan konsep yang autentik, lirik yang jujur, serta kedekatan dengan kehidupan sehari-hari, Perunggu terus membangun basis penggemar yang semakin besar.
Kesuksesan mereka menjadi inspirasi bagi banyak musisi independen bahwa konsistensi, kejujuran dalam berkarya, dan keberanian mempertahankan identitas musik dapat membawa sebuah band meraih pengakuan luas.
Kini, Perunggu tidak hanya dikenal sebagai “Band Rock Pulang Kantor”, tetapi juga sebagai salah satu wajah penting kebangkitan musik rock alternatif Indonesia di era modern. (KSC)
TIM REDAKSI








