Pasar Murah Jurus Pemkab Labuhanbatu Redam Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga

Pasar Murah Jurus Pemkab Labuhanbatu Redam Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga
Pj Sekdakab Labuhanbatu pantau pelaksanaan pasar murah di kedai OLiF (kliksumut.com/fajar)

KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu melakukan intervensi harga pasar sejumlah bahan kebutuhan masyarakat. Langkah itu memperkuat pengendalian inflasi daerah. Salahsatunya dengan menggelar pasar murah di Toko Olif, kawasan Pasar Glugur. Ini diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pasar murah tersebut dipantau langsung Pj Sekdakab Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan didampingi Asisten II Ikramsyah Putra Nasution, Kabag Ekonomi Hamdan Ghofur, Sekretaris Disperindag Hamdi Siregar serta Analisis Yunior Bank Indonesia (BI) Cabang Siantar Jansen David Sipayung.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pemantauan harga, tetapi juga melalui intervensi langsung pada komoditas yang berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.

“Kegiatan pasar murah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Labuhanbatu dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah perubahan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok,” ujar Abdi.

BACA JUGA: MUI Labuhanbatu Dorong Masjid Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Bacaan Lainnya

Dalam konteks fiskal daerah, menjaga inflasi menjadi penting karena kenaikan harga pangan dapat menggerus daya beli masyarakat. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, ruang belanja rumah tangga untuk kebutuhan lainnya ikut menyempit. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, Pemkab Labuhanbatu memilih memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha, distributor dan BI untuk menjaga pasokan serta mengantisipasi gejolak harga sedini mungkin.

Abdi mengatakan pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pelaku usaha, distributor maupun masyarakat.

“Pasar murah ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita berharap masyarakat dapat terbantu mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengendalikan inflasi,” katanya.

Sementara itu, Analisis Yunior BI Cabang Siantar Jansen David Sipayung mengatakan intervensi harga juga diarahkan pada komoditas daging ayam.

Jika pada periode sebelumnya pembeli yang berbelanja di atas Rp60.000 mendapatkan diskon ayam sebanyak setengah kilogram, pada kegiatan kali ini pembeli dengan nilai transaksi di atas Rp60.000 memperoleh potongan harga daging ayam.

Jansen menyebut harga daging ayam di pasaran berada pada kisaran Rp46.000 hingga Rp48.000 per kilogram. Melalui program pasar murah, harga dipangkas dan masyarakat dapat memperoleh ayam dengan harga sekitar Rp38.000.

“Tujuannya agar para pedagang bisa mengikuti harga kita, dan harga pun bisa stabil kembali normal,” ujar Jansen.

Skema tersebut memperlihatkan bahwa pasar murah bukan semata-mata kegiatan menjual barang dengan harga rendah. Lebih jauh, operasi pasar dapat menjadi instrumen untuk memberikan sinyal harga kepada pasar sekaligus mencegah kenaikan harga berlangsung terlalu tinggi.

BACA JUGA: Polemik Caretaker KORMI Labuhanbatu Mengemuka, INORGA Diimbau Kordinasi dengan SC

Sejumlah kebutuhan masyarakat yang dijual di Toko Olif dalam kegiatan pasar murah tersebut antara lain:
Beras SPHP 5 kilogram: Rp59.000
Minyak Kita 1 liter: Rp15.700
Gula pasir 1 kilogram: Rp18.000
Indomie 5 pcs: Rp12.000
Intermi 3 pcs: Rp5.000
Sampo Zinc satu renteng: Rp5.000
Ciptadent satu buah: Rp4.500
Royco satu renteng: Rp5.000

Pemkab Labuhanbatu memastikan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok terus dilakukan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama ketika terjadi perubahan harga komoditas pangan. (KSC)

Reporter: Fajar Dame Harahap

Pos terkait