MUI Labuhanbatu Dorong Masjid Jadi Penggerak Ekonomi Umat

MUI Labuhanbatu Dorong Masjid Jadi Penggerak Ekonomi Umat
Seminar Masjid Mandiri yang digelar MUI Kabupaten Labuhanbatu (kliksumut.com/Fajar)

KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu mendorong masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui konsep Masjid Mandiri.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Masjid Mandiri yang digelar MUI Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (2/9/2026). Kegiatan itu diikuti para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dari berbagai wilayah di Kabupaten Labuhanbatu.

Ketua Umum MUI Kabupaten Labuhanbatu, Abdul Hamid Zahid, mengatakan konsep Masjid Mandiri diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus masjid sekaligus mendorong tumbuhnya perekonomian umat.

BACA JUGA: Temui Wakil Gubernur di Labuhanbatu, Pedagang Raja Kacang: Kata Teman-teman Ayah Saya Datang!

Menurutnya, masjid dapat mengembangkan berbagai kegiatan produktif, termasuk UMKM yang terintegrasi dengan aktivitas masjid. Dengan demikian, masjid memiliki sumber pemasukan yang dapat menopang kegiatan keagamaan maupun program sosial kemasyarakatan.

Bacaan Lainnya

“Melalui Seminar Masjid kita berupaya mencapai masjid juga memiliki sumber pemasukan yang dapat mendukung berbagai kegiatan dan program kemasyarakatan,” ujarnya.

Abdul Hamid juga berharap seluruh komisi di lingkungan MUI Kabupaten Labuhanbatu tidak sekadar menghasilkan program kerja, tetapi mampu menghadirkan program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita saat membuka seminar mengapresiasi langkah MUI yang menggagas penguatan konsep Masjid Mandiri. Ia menilai, masjid memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan umat.

“Dalam mewujudkan Masjid Mandiri di Kabupaten Labuhanbatu, terdapat beberapa pilar utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni tata kelola dan manajemen profesional, pemberdayaan ekonomi keumatan, serta kemitraan strategis,” kata Maya.

Menurutnya, penguatan fungsi masjid harus mencakup berbagai aspek, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, ia berharap seminar tersebut tidak berhenti pada pembahasan dan wacana, tetapi menghasilkan langkah nyata yang dapat diterapkan oleh seluruh BKM di Labuhanbatu.

BACA JUGA: Puluhan Pemuda Antusias Ikuti Seleksi Awal Polri di Labuhanbatu Selatan

“Seminar ini hendaknya tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu menghasilkan rumusan konkret dan peta jalan yang dapat diimplementasikan oleh seluruh BKM di Kabupaten Labuhanbatu,” harapnya.

Maya menambahkan, peningkatan kapasitas pengurus menjadi salah satu kunci dalam membangun masjid yang mandiri dan produktif. Dengan tata kelola profesional dan dukungan berbagai pihak, masjid diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi potensi masyarakat sekaligus ikut memperkuat ekonomi umat.

Pembukaan seminar turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Pimpinan PT Bank Sumut Cabang Rantauprapat, Pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rantauprapat serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, MUI Kabupaten Labuhanbatu menghadirkan Ketua Komisi Ekonomi MUI Kabupaten Labuhanbatu, Marwan Efendi Siregar, sebagai narasumber. (KSC)

Reporter: Fajar Dame Harahap

Pos terkait