Pemerintah Tunda Kenaikan Tiket Pulau Komodo Hingga 2023

Pemerintah Tunda Kenaikan Tiket Pulau Komodo Hingga 2023
Komodo berjalan di pantai di Pulau Komodo, Kamis, 30 April 2009. (Foto: AP)

NUSA TENGGARA TIMUR | kliksumut.com Kenaikan tarif masuk Pulau Komodo sebesar Rp3,7 juta akhirnya ditunda hingga akhir tahun ini. Konsolidasi diperlukan untuk mengembalikan citra, sekaligus menyertakan masyarakat dalam proses pengembangan destinasi.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa keputusan penundaan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Zet Sony Libing di Kupang, Senin (8/8). Dalam pernyataannya, Sony menyebut pihaknya akan melakukan dialog dan sosialisasi dengan seluruh pemangku kepentingan wisata Labuan Bajo. Pemerintah baru akan menerapkan tarif baru yang dinilai sangat tinggi itu secepatnya pada 1 Januari 2023.

Keputusan itu disambut baik berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi 2 DPRD NTT, Yohanes Rumat.

BACA JUGA: Berkarya di Tengah Badai Covid-19, Letkol Agus Setiandar Raih Gelar Magister Hukum

“Tentu kita berterima kasih kepada pemerintah mereka mendengar apa yang menjadi jeritan masyarakat. Yang kedua, kalaupun pada waktunya pemerintah membuat pertimbangan kembali di 1 Januari 2023 maka pemerintah wajib menyiapkan infrastruktur peraturan,” kata Rumat, yang mewakili daerah pemilihan Manggarai Raya.

“Kalau ada ruang dimungkinkan dibuat Perda, sasaran utama itu pelaku wisata dan masyarakat, terutama di sekitar Taman Nasional Komodo. Saya yakin sekali, kalau Perda itu muncul akan menabrak semua peraturan yang sudah berlaku, yang dijabarkan oleh Balai Taman Nasional Komodo,” tambahnya.

Karena membutuhkan proses tidak sederhana, Rumat berharap pemerintah bisa memanfaatkan jeda waktu hingga Januari 2023 untuk dialog dan sosialisasi.

“Tinggi sekalipun tarifnya, kalau memang itu hasil kesepakatan, hasil sosialisasi, hasil keinginan bersama, saya kira tidak ada soal. Jangan ketentuan datang dari atas, lalu masyarakat di bawah jadi korban,” tegas wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Komodo, alam dan manusia yang hidup di kawasan tersebut, ditegaskan Rumat, berada pada posisi yang sama penting dalam proses wisata berkelanjutan ini.

Pos terkait