PDI-P Beberkan Alasan Kongres di Bali Terkesan Tertutup: Antisipasi Gangguan Politik Eksternal

PDI-P Beberkan Alasan Kongres di Bali Terkesan Tertutup: Antisipasi Gangguan Politik Eksternal
KONGRES: Persidangan Kongres ke-6 PDI Perjuangan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung, Bali. (foto: kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | BALI – Kongres ke-6 PDI Perjuangan yang digelar di Nusa Dua, Bali, menimbulkan tanda tanya publik karena berlangsung secara tertutup. Ketua DPP PDI-P, Komarudin Watubun, akhirnya buka suara, mengungkap alasan di balik sikap eksklusif partai berlambang banteng tersebut.

Dalam konferensi pers pada Minggu (3/8/2025), Komarudin menjelaskan bahwa penutupan akses publik dan media terhadap rangkaian kongres merupakan langkah antisipatif untuk menghindari potensi gangguan dari pihak luar, seiring dinamika politik nasional yang sedang memanas.

“Kenapa kongres agak tertutup? Ibu (Megawati) sudah lama menyampaikan bahwa ada pihak-pihak yang ingin mengobok-obok partai. Maka dari itu, kami waspada dan mengambil langkah pengamanan,* ujar Komarudin di hadapan awak media.

Kongres Digelar Diam-diam: “Kami sudah Siapkan Sejak Dua Bulan Lalu”

Komarudin, yang juga menjabat sebagai Ketua Steering Committee Kongres, mengungkap bahwa seluruh proses persiapan telah berlangsung selama dua bulan terakhir, dengan lokasi dan agenda kongres yang dirancang secara hati-hati dan rahasia.

Bacaan Lainnya

“Kenapa pilih tempat ini? Karena lebih aman. Kita tidak ingin ada intervensi atau gangguan dari luar,” tegasnya.

BACA JUGA: Megawati Soekarnoputri Sampaikan Pidato Politik Penutupan Kongres PDI-P ke-6 di Bali

Menurutnya, keterbatasan akses bukan ditujukan untuk menutup-nutupi agenda politik internal, melainkan demi menjaga stabilitas dan fokus dalam menentukan arah strategis partai ke depan.

Megawati Kembali Dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDI-P

Salah satu hasil utama dari kongres ini adalah pengukuhan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-P untuk periode 2025–2030. Keputusan tersebut diambil secara aklamasi oleh seluruh peserta pada hari pertama kongres, mempercepat jalannya agenda yang semula dijadwalkan berlangsung tiga hari.

“Peserta kongres bulat, 100 persen, ingin Ibu Megawati langsung dikukuhkan di hari pertama,” ujar Komarudin.

Meski proses pengukuhan dipercepat, Megawati tetap meminta agar seluruh agenda kongres tetap dilanjutkan, termasuk pembahasan program strategis dan pelantikan pengurus DPP.

37 Pengurus Baru Diumumkan, Posisi Sekjen Masih Kosong

Pada hari kedua kongres, Megawati secara resmi melantik jajaran pengurus baru DPP PDI-P yang terdiri dari 37 nama di berbagai bidang. Namun, posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) masih belum diisi secara definitif.

“Sekjen belum diputuskan oleh Ibu. Untuk sementara, Ibu Megawati masih merangkap,” ungkap Komarudin.

BACA JUGA: Usai DPR Setujui Amnesti Hasto, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Temui Megawati: “Merajut Persahabatan”

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut diyakini merupakan bagian dari pertimbangan strategis Megawati untuk menjaga keseimbangan internal dan arah politik partai ke depan.

Tidak Ada Gangguan, Kongres Berjalan Aman dan Lancar

Komarudin menegaskan bahwa seluruh rangkaian kongres berjalan tanpa hambatan, sesuai harapan DPP PDI-P. Ia bersyukur upaya menjaga kerahasiaan agenda membuahkan hasil positif.

“Sampai hari ini, sampai acara tutup, Alhamdulillah tidak ada gangguan. Kami berhasil mengantisipasi semuanya,” tutupnya. (KSC)

Pos terkait