KLIKSUMUT.COM | BOGOR – Suasana tenang di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat, mendadak berubah mencekam saat sebuah pesawat latih milik Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) jatuh di area pemakaman umum, Minggu pagi (3/8/2025).
Tragedi ini merenggut nyawa pilot sekaligus mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto.
Seorang warga yang menjadi saksi mata, Raden Yahya Setiabudi, menyaksikan langsung detik-detik pesawat tersebut menukik rendah di atas permukiman sebelum akhirnya jatuh. Ia menyebut, suara mesin sempat hilang sebelum menyala kembali.
“Pas di atas permukiman, mesinnya sempat mati. Terus nyala lagi, naik sebentar. Itu pilotnya hebat masih bisa kendaliin, kalau nggak bisa, mungkin jatuhnya ke rumah saya,” kata Yahya kepada wartawan.
Menurut Yahya, setelah pesawat menukik dan naik sebentar, pesawat akhirnya jatuh di area TPU Astana, tidak jauh dari lokasi ziarah warga. Ia sempat berlari mengejar arah jatuhnya pesawat begitu melihatnya kehilangan kendali.
“Ada ibu-ibu ziarah bilang, Bapak, itu pesawat jatuh!. Pas saya samperin, benar sudah jatuh, tapi nggak ada makam yang rusak,” ungkap Yahya.
Warga sekitar pun bergerak cepat melakukan evakuasi. Yahya menuturkan, korban sempat diangkat bersama masyarakat. Proses evakuasi dilakukan secara darurat, bahkan sabuk pengaman kopilot terpaksa dipotong menggunakan golok oleh warga.
BACA JUGA: Brazil: Pesawat Jatuh di Amazon, 14 Tewas
“Pilotnya (Marsma Fajar) meninggal di tempat. Kopilotnya berhasil dikeluarkan, sabuknya diputusin pakai golok,” lanjutnya.
Kronologi Kejadian Pesawat Jatuh
Pesawat jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK-S126 lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB dalam misi latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI. Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak dan tak lama kemudian ditemukan jatuh di lokasi pemakaman umum. Pilot pesawat diketahui adalah Marsma TNI Fajar Adriyanto, didampingi kopilot Roni.
Juru bicara TNI AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Marsma Fajar.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari latihan profisiensi dalam pembinaan olahraga dirgantara nasional. Kami berduka atas kehilangan salah satu putra terbaik TNI AU,” ujar Nyoman.
BACA JUGA: Presiden Azerbaijan: Pesawat yang Jatuh Ditembak dari Wilayah Rusia
Duka Mendalam dan Tindakan Lanjutan
Kecelakaan tragis ini menambah daftar panjang insiden penerbangan dalam misi pelatihan dirgantara. Investigasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat.
Marsma TNI Fajar Adriyanto dikenal luas sebagai figur profesional dan berdedikasi dalam dunia dirgantara Indonesia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan militer dan komunitas aerosport nasional. (KSC)








