KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Seekor Orangutan Sumatera jantan berusia sekitar 25 tahun akhirnya kembali ke habitat alaminya setelah dievakuasi dari perladangan warga di Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.
Satwa dilindungi dengan bobot hampir 60 kilogram itu sebelumnya sempat meresahkan warga karena kerap turun ke gubuk dan berkeliaran di area kebun karet serta sawit muda. Kondisi ini memicu kekhawatiran, mengingat risiko orangutan terpapar racun pertanian hingga ancaman dari aktivitas pemburu babi di sekitar lokasi.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim gabungan dari BBKSDA Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, serta HOCRU YOSL–OIC langsung turun ke lapangan.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati. Dokter hewan membius orangutan dengan dosis terukur sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Hasilnya, kondisi satwa dinyatakan sehat tanpa luka maupun cacat fisik.
BACA JUGA: Kapolres Sergai Teken Prasasti Mushola Al-Jabbar, Perkuat Iman Personel Polri
Setelah evakuasi, tim membawa orangutan menuju lokasi pelepasliaran di hutan primer Resor Cintaraja, kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, dengan jarak tempuh sekitar 14 kilometer.
Perjalanan tidak mudah. Tim harus menyeberangi sungai menggunakan rakit sambil memastikan keamanan satwa selama proses pemindahan.
Sesampainya di lokasi, momen pelepasliaran berlangsung haru. Begitu pintu kandang dibuka, orangutan tersebut langsung memanjat pohon terdekat sebelum perlahan menghilang di rimbunnya hutan.
Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara, Andar Abdi Saragih, menegaskan bahwa evakuasi ini merupakan bentuk respons cepat hasil kolaborasi berbagai pihak.
“Kami berupaya memastikan satwa liar dilindungi dapat kembali hidup aman di habitat alaminya,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian alam. Keberhasilan penyelamatan Orangutan Sumatera bukan hanya soal penyelamatan satu individu, tetapi juga bagian dari upaya besar melindungi spesies yang terancam punah.
Kembalinya orangutan ke habitatnya menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan ekosistem hutan di Sumatera Utara serta komitmen bersama dalam menjaga kehidupan liar tetap lestari. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








