KLIKSUMUT.COM – Grup musik Nidji, band asal Jakarta yang terbentuk pada 2 Februari 2002, terus mewarnai industri musik Indonesia dengan warna-warna khasnya. Mengusung konsep musik modern rock berpadu unsur pop, funk, dan progresif, Nidji dikenal sebagai salah satu band paling berpengaruh di era 2000-an hingga kini.
Nama “Nidji” sendiri diambil dari kata Jepang Niji (虹) yang berarti pelangi, melambangkan keragaman warna musik mereka yang berpadu dalam harmoni. Band ini kini digawangi oleh Muhammad Yusuf Nur Ubay (vokal), Andi Ariel Harsya (gitar), Ramadhista Akbar (gitar), Randy Danistha (keyboard, synthesizer), Andro Regantoro (bass), dan Adri Prakarsa (drum).
Sejak awal terbentuk, Nidji tampil dengan gaya yang memadukan energi rock modern dan sentuhan melodi pop yang kuat. Mereka banyak terinspirasi oleh band-band internasional seperti Coldplay, U2, Radiohead, The Verve, dan L’Arc~en~Ciel.
BACA JUGA: Sejarah dan Perjalanan Setia Band: Dari ST 12 hingga Hits “Jangan Ngarep”
Album perdana “Breakthru’” (2006) menjadi batu loncatan besar bagi Nidji. Lagu-lagu seperti “Hapus Aku”, “Sudah”, dan “Kau dan Aku” merajai tangga lagu dan membawa Nidji ke puncak popularitas, bahkan menembus posisi #1 di MTV Ampuh.
Kesuksesan Breakthru’ disusul dengan album “Top Up” (2007) yang menghadirkan hit seperti “Biarlah”, “Arti Sahabat”, dan “Shadow” — lagu yang menjadi soundtrack serial Heroes dan bertahan 13 minggu di puncak tangga lagu MTV Ampuh.
Tahun 2008, Nidji semakin dikenal lewat lagu legendaris “Laskar Pelangi”, soundtrack dari film fenomenal berjudul sama. Lagu tersebut membawa Nidji meraih sertifikat Platinum dan mengukuhkan posisi mereka sebagai “Raja Soundtrack” Indonesia.
Tahun 2017 menjadi titik perubahan besar ketika Giring Ganesha, vokalis utama Nidji, memutuskan terjun ke dunia politik. Keputusan tersebut membuat Nidji vakum sementara. Namun, lima personel lainnya tidak tinggal diam — mereka membentuk proyek baru bernama NEV+ (Nidji Electronic Version Plus) pada 2018, yang mengeksplorasi musik elektronik tanpa meninggalkan identitas mereka.
Awal 2019, melalui ajang Nidji Vocal Hunt, band ini resmi memperkenalkan Muhammad Yusuf Nur Ubay sebagai vokalis baru menggantikan Giring. Kehadiran Ubay membawa energi segar, membuat Nidji kembali aktif dengan semangat baru.
BACA JUGA: Radja: Perjalanan Sang Raja Musik Rock Indonesia dari Banjarmasin ke Puncak Popularitas
Sejak itu, mereka merilis karya-karya baru termasuk “Nidji Live Version” (2022), sekaligus menegaskan bahwa Nidji masih solid dan terus berevolusi.
| Tahun | Judul Album | Penjualan / Posisi |
|---|---|---|
| 2006 | Breakthru’ | 540.600 kopi |
| 2007 | Top Up | 240.000 kopi |
| 2009 | Let’s Play | #1 |
| 2011 | Liberty | #1 |
| 2012 | Liberty Victory | #1 |
| 2013 | 5 cm OST | #1 |
| 2014 | King of Soundtrack | #1 |
| 2017 | Love, Fake & Friendship | #1 |
| 2022 | Nidji Live Version | #1 |
Menariknya, empat personel Nidji — Giring, Andro, Rama, dan Randy memiliki darah Minangkabau. Dalam konser mereka di Padang, Nidji menyebut momen tersebut sebagai “konser pulang kampung”, yang disambut hangat oleh para penggemar di Sumatera Barat.
Dua dekade lebih berkarya, Nidji telah membuktikan diri sebagai salah satu band paling konsisten dan berpengaruh di Indonesia. Dengan semangat baru bersama Ubay, Nidji siap terus menghadirkan “warna-warni pelangi musik” untuk generasi sekarang dan yang akan datang. (KSC)








