Saham Hari Ini 5 November 2026: IHSG Melonjak di Atas 5.000, Saham Perbankan dan Tambang Jadi Sorotan Investor

Pasar Saham Indonesia Anjlok Nyaris 3%: Konsultasi MSCI Soal Free Float Guncang IHSG
Saham (Ilustrasi)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pergerakan saham hari ini, Kamis 5 November 2026, membawa angin segar bagi investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat signifikan dan kembali menembus level psikologis 5.000 setelah mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 78,57 poin atau 1,60 persen ke posisi 4.998,34. Penguatan berlanjut pada awal sesi pertama hingga mencapai level 5.058,17 atau naik 2,81 persen pada pukul 09.13 WIB.

Berdasarkan data perdagangan pagi, indeks bergerak pada rentang 4.995,46 hingga 5.069,91. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya minat beli investor terhadap saham-saham di pasar domestik.

Dikutip dari data perdagangan yang dipublikasikan sejumlah media ekonomi, penguatan IHSG turut ditopang saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan.

BACA JUGA: Saham Hari Ini 4 November 2026: IHSG Kembali Tertekan, Anjlok Lebih dari 1 Persen, Investor Wajib Waspada!

Saham Perbankan dan Tambang Menguat

Sejumlah saham unggulan mencatatkan penguatan pada awal perdagangan Kamis.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,94 persen, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 2,97 persen, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,94 persen.

Bacaan Lainnya

Selain sektor perbankan, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga menguat 1,77 persen. Sementara saham PT Astra International Tbk (ASII) naik 0,61 persen.

Pada perkembangan perdagangan hingga pukul 09.28 WIB, saham BBCA menjadi salah satu kontributor terbesar penguatan IHSG, disusul TLKM, AMMN, BBRI, dan BMRI.

Saham-saham pertambangan seperti MDKA, EMAS, dan BRMS juga turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan indeks.

Hasil Pemilu Amerika Serikat Ikut Mendorong Pasar Saham

Salah satu sentimen eksternal yang menjadi perhatian investor adalah perkembangan politik di Amerika Serikat (AS).

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS yang mengubah peta kekuatan politik di Kongres memberikan respons positif bagi pasar keuangan global.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan fiskal dan perdagangan pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk kebijakan tarif internasional.

Di sisi lain, bursa saham Wall Street mencatatkan penguatan pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones naik 3,03 persen, S&P 500 menguat 1,58 persen, dan Nasdaq Composite meningkat 1,44 persen.

Sentimen positif dari pasar global tersebut turut memberikan dorongan terhadap perdagangan saham di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Katalis Positif

Selain faktor global, investor juga mencermati perkembangan ekonomi nasional.

Kabar positif datang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 yang mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan melampaui perkiraan pasar sebesar 5,18 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan ini menjadi salah satu indikator positif bagi prospek perekonomian nasional dan kinerja perusahaan di berbagai sektor.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga, serta kondisi geopolitik internasional yang dapat memengaruhi pergerakan pasar saham.

BACA JUGA: Saham Hari Ini 3 November 2026: IHSG Kembali Tertekan, Investor Waspadai Gejolak Pasar dan Sentimen Global

Saham Hari Ini: Investor Diminta Tetap Selektif

Di tengah penguatan IHSG, investor diingatkan agar tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi hanya karena melihat kenaikan indeks pada awal perdagangan.

Pergerakan saham individual tidak selalu sejalan dengan penguatan IHSG. Karena itu, investor perlu memperhatikan fundamental perusahaan, laporan keuangan, likuiditas saham, serta risiko pergerakan harga.

Saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan menjadi beberapa sektor yang patut dicermati menyusul kontribusinya terhadap penguatan indeks pada perdagangan pagi ini.

Pelaku pasar juga perlu memperhatikan apakah IHSG mampu mempertahankan posisinya di atas level 5.000 hingga akhir perdagangan.

Dengan berbagai sentimen positif tersebut, perdagangan saham Kamis 5 November 2026 menjadi momentum yang menarik untuk dicermati, meskipun volatilitas pasar masih berpotensi terjadi.

Disclaimer: Berita ini merupakan informasi perkembangan pasar saham dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Lakukan analisis secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi.

(KSC)

Pos terkait