Dolar Hari Ini, Kamis 5 November 2026: Rupiah Masih Tertekan, Kurs Dolar AS Tembus Rp18.230

Pengamat: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Berpotensi Membaik
ILUSTRASI - Pada perdagangan Senin (23/12/2024), nilai tukar rupiah ditutup menguat di level Rp16.196 per USD. (VOA)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menjadi perhatian pelaku pasar keuangan pada Kamis (5/11/2026). Nilai tukar dolar AS masih berada di level tinggi, sementara rupiah menghadapi tekanan di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.

Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) yang diperbarui pada 5 November 2026, kurs dolar AS tercatat sebesar Rp18.230,70 untuk kurs jual dan Rp18.049,30 untuk kurs beli.

Angka tersebut menjadi salah satu acuan penting bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga investor dalam memantau perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Sementara itu, data perdagangan pasar valuta asing menunjukkan dolar AS terhadap rupiah bergerak di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.145 pada perdagangan Kamis pagi.

BACA JUGA: Dolar Hari Ini, Rabu 4 November 2026: Rupiah Bergerak di Kisaran Rp18.100 per Dolar AS, Simak Perkembangan Kurs Terbaru

Rupiah Masih Dibayangi Tekanan Global

Tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari perkembangan ekonomi internasional, termasuk kebijakan moneter Amerika Serikat, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan.

Pada perdagangan Rabu (4/11/2026), rupiah ditutup melemah 0,11 persen ke level Rp18.155 per dolar AS berdasarkan data Refinitiv.

Bacaan Lainnya

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebelumnya menyampaikan bahwa tekanan terhadap rupiah dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS, serta sentimen investor global terhadap aset negara berkembang.

Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah masih menjadi perhatian pasar keuangan.

Pergerakan Dolar AS di Pasar Internasional

Di pasar global, indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) mengalami pelemahan pada Kamis setelah hasil pemilu sela Amerika Serikat memberikan sentimen baru kepada pasar keuangan internasional.

Pelemahan dolar AS turut dipengaruhi perubahan ekspektasi investor terhadap arah politik dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Meski demikian, pergerakan dolar terhadap mata uang negara lain tidak selalu sejalan dengan penguatan rupiah. Faktor domestik dan arus modal asing juga turut menentukan nilai tukar rupiah.

Dampak Kenaikan Dolar bagi Masyarakat Indonesia

Nilai tukar dolar AS memiliki pengaruh terhadap berbagai aktivitas ekonomi di Indonesia.

Apabila dolar terus menguat terhadap rupiah, sejumlah sektor berpotensi menghadapi tekanan, terutama:

  1. Harga barang impor: Produk yang menggunakan bahan baku impor berpotensi mengalami kenaikan biaya.
  2. Industri manufaktur: Perusahaan yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri dapat menghadapi peningkatan biaya produksi.
  3. Harga energi: Transaksi komoditas energi internasional yang menggunakan dolar dapat memengaruhi biaya impor.
  4. Perjalanan luar negeri: Masyarakat membutuhkan lebih banyak rupiah untuk membeli dolar AS.
  5. Dunia usaha: Perusahaan dengan kewajiban pembayaran dalam dolar perlu memperhitungkan risiko perubahan kurs.

Sebaliknya, eksportir yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar ketika pendapatan tersebut dikonversikan ke rupiah.

Daftar Kurs Dolar Hari Ini Menurut Bank Indonesia

Berikut rincian kurs transaksi dolar AS berdasarkan data Bank Indonesia, Kamis 5 November 2026:

  • Kurs jual: Rp18.230,70 per USD.
  • Kurs beli: Rp18.049,30 per USD.

Perlu diketahui, kurs jual merupakan harga ketika bank menjual dolar kepada nasabah, sedangkan kurs beli merupakan harga ketika bank membeli dolar dari nasabah.

Nilai tukar di bank, money changer, maupun layanan transaksi digital dapat berbeda karena adanya selisih kurs dan biaya transaksi.

Masyarakat Diminta Memantau Perkembangan Kurs

Pergerakan dolar AS terhadap rupiah masih perlu dicermati dalam beberapa waktu ke depan. Kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), keputusan Bank Indonesia, kondisi geopolitik, serta perkembangan ekonomi global akan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi arah nilai tukar.

Masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi menggunakan dolar AS disarankan memeriksa kurs terbaru melalui bank atau penyedia layanan penukaran valuta asing sebelum melakukan transaksi.

Data kurs dapat berubah mengikuti perkembangan pasar dan pembaruan resmi lembaga keuangan.

(KSC)

Pos terkait