Saham Hari Ini 3 November 2026: IHSG Kembali Tertekan, Investor Waspadai Gejolak Pasar dan Sentimen Global

Saham Hari Ini: IHSG Dibayangi Pergantian Menkeu, Pasar Cermati Arah Kebijakan Fiskal
Ilustrasi pergerakan saham (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pergerakan saham hari ini, Selasa (3/11/2026), kembali diwarnai tekanan jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka menguat justru berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar setelah IHSG mencatatkan penguatan sebesar 0,79 persen ke level 5.096,83 pada penutupan perdagangan Senin (2/11/2026).

Mengutip data perdagangan pasar saham, IHSG pada pembukaan Selasa pagi sempat menguat 0,58 persen ke level 5.126,53. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama.

BACA JUGA: Saham Hari Ini 1 November 2026: IHSG Ditutup Melemah ke Level 5.057, Investor Waspadai Pergerakan Bursa Pekan Depan

Hingga pukul 10.25 WIB, IHSG tercatat melemah 1,23 persen ke posisi 5.034,13. Tekanan terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan, dengan 507 saham melemah, 179 saham menguat, dan 277 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi perdagangan saat itu mencapai Rp3,17 triliun dengan volume sekitar 8,30 miliar saham.

Sejumlah Sentimen Membayangi Pergerakan Saham

Pelemahan IHSG tidak terlepas dari kombinasi sentimen global dan domestik. Salah satu perhatian investor adalah kekhawatiran terkait evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia, khususnya mengenai transparansi kepemilikan saham dan konsentrasi kepemilikan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, investor juga mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk pemilu sela Amerika Serikat, pergerakan harga minyak dunia, serta kebijakan ekonomi negara-negara besar.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan perkembangan indikator ekonomi nasional.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia Oktober 2026 yang meningkat menjadi 54,0 dari sebelumnya 52,4 sebenarnya memberikan sinyal positif terhadap aktivitas industri nasional.

Namun, sentimen positif tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan di pasar saham.

Saham Big Caps Ikut Tertekan

Pelemahan IHSG juga dipengaruhi penurunan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps.

Beberapa saham yang tercatat mengalami tekanan antara lain:

  • TLKM (Telkom Indonesia).
  • ASII (Astra International).
  • SMMA (Sinarmas Multiartha).
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia).
  • BRPT (Barito Pacific).

Tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar tersebut turut memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.

Di sisi lain, investor masih mencermati peluang pemulihan pada sejumlah sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah dan panjang.

Bagaimana Prospek IHSG Selanjutnya?

Untuk perdagangan jangka pendek, perhatian investor tertuju pada area support IHSG di kisaran 5.027 hingga 4.962.

Apabila indeks mampu bertahan di area tersebut, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka.

Sebaliknya, apabila tekanan jual semakin kuat dan IHSG menembus area support, bukan tidak mungkin indeks kembali mengalami koreksi.

Sementara itu, area resistance yang menjadi perhatian berada di kisaran 5.170.

Investor juga perlu mencermati indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) yang berada di area jenuh jual atau oversold. Kondisi ini dapat membuka peluang pemulihan, meskipun belum menjadi jaminan bahwa tren penurunan telah berakhir.

BACA JUGA: Saham Hari Ini Sabtu 31 Oktober 2026: IHSG Ditutup Melemah ke Level 5.057, Investor Wajib Cermati Pergerakan Pasar

Investor Diminta Tetap Cermat

Di tengah kondisi pasar saham yang masih berfluktuasi, investor diimbau tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

Memperhatikan fundamental perusahaan, laporan keuangan, kondisi ekonomi, serta perkembangan sentimen global menjadi bagian penting sebelum menentukan strategi investasi.

Perdagangan saham hari ini menjadi pengingat bahwa pasar modal memiliki risiko yang perlu diperhitungkan secara matang.

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan sentimen berikutnya, termasuk pengumuman ekonomi nasional dan arah kebijakan pasar modal yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.

Disclaimer: Informasi ini merupakan pemberitaan perkembangan pasar saham, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. (KSC)

Pos terkait