Dolar Hari Ini 2 November 2026: Rupiah Melemah, Kurs BI Tembus Rp18.228 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp16.680 per Dolar AS, Dolar Menguat Usai Sinyal The Fed
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Senin, 2 November 2026. Pergerakan mata uang Garuda masih menghadapi tekanan, sementara dolar AS tetap berada pada level tinggi terhadap rupiah.

Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) yang diperbarui 2 November 2026, kurs jual dolar AS tercatat sebesar Rp18.228,69, sedangkan kurs beli berada di angka Rp18.047,31 per dolar AS.

Dengan demikian, kurs tengah BI berada pada level Rp18.138 per dolar AS.

Sementara itu, laporan perkembangan pasar pada Senin (2/11/2026) menyebutkan nilai tukar rupiah di pasar spot berada di kisaran Rp18.155 per dolar AS.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan rupiah masih menjadi perhatian di tengah dinamika pasar keuangan domestik dan global.

BACA JUGA: Dolar Hari Ini 1 November 2026: 1 Dolar AS Tembus Rp18.120, Simak Kurs Rupiah Terbaru

Kurs Dolar Hari Ini Menurut Bank Indonesia

Berikut rincian kurs transaksi dolar Amerika Serikat berdasarkan data Bank Indonesia per 2 November 2026:

Bacaan Lainnya

– Kurs jual: Rp18.228,69 per USD.
– Kurs beli: Rp18.047,31 per USD.
– Kurs tengah: Rp18.138,00 per USD.

Perlu diketahui, kurs jual merupakan nilai yang digunakan bank ketika menjual dolar kepada nasabah. Sebaliknya, kurs beli merupakan nilai ketika bank membeli dolar dari nasabah.

Sementara itu, kurs tengah menjadi salah satu indikator referensi untuk melihat perkembangan nilai tukar rupiah.

Apa Penyebab Rupiah Menjadi Sorotan?

Pergerakan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi sejumlah faktor, baik dari dalam negeri maupun kondisi ekonomi internasional.

Beberapa faktor yang perlu dicermati pelaku pasar antara lain kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan inflasi, arus modal asing, kondisi perdagangan internasional, serta stabilitas ekonomi Indonesia.

Selain itu, permintaan terhadap dolar AS di pasar global juga dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dampak Kenaikan Dolar terhadap Masyarakat

Menguatnya dolar AS terhadap rupiah berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi.

Bagi importir, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya pembelian barang dari luar negeri. Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi harga bahan baku industri, produk elektronik, hingga sejumlah komoditas impor.

Sementara itu, masyarakat yang memiliki kebutuhan pembayaran dalam dolar AS, seperti biaya pendidikan, perjalanan ke luar negeri, dan transaksi internasional, perlu memperhatikan perubahan kurs.

Di sisi lain, eksportir yang menerima pembayaran dalam dolar AS berpotensi memperoleh nilai konversi rupiah lebih besar, meskipun tetap bergantung pada biaya dan struktur transaksi masing-masing perusahaan.

BACA JUGA: Dolar Hari Ini 31 Oktober 2026: Rupiah di Level Rp18.138 per Dolar AS, Cek Kurs Terbaru Bank BCA

Pantau Pergerakan Dolar dan Rupiah

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk terus memantau perkembangan kurs dolar AS terhadap rupiah melalui sumber resmi, termasuk Bank Indonesia dan perbankan.

Perlu diingat, kurs transaksi bank dapat berbeda dengan harga dolar di money changer maupun kurs pasar spot. Karena itu, masyarakat sebaiknya memastikan nilai tukar terbaru sebelum melakukan transaksi valuta asing.

Pergerakan dolar AS terhadap rupiah pada awal November 2026 masih menjadi salah satu indikator penting yang patut dicermati dalam melihat kondisi ekonomi Indonesia.

KLIKSUMUT.COM akan terus menyajikan informasi terbaru mengenai kurs dolar, nilai tukar rupiah, perkembangan ekonomi, serta harga komoditas untuk membantu masyarakat memperoleh informasi ekonomi yang aktual dan faktual. (KSC)

Pos terkait