Saham Hari Ini 1 November 2026: IHSG Ditutup Melemah ke Level 5.057, Investor Waspadai Pergerakan Bursa Pekan Depan

Pasar Saham Indonesia Anjlok Nyaris 3%: Konsultasi MSCI Soal Free Float Guncang IHSG
Saham (Ilustrasi)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pergerakan pasar saham Indonesia menjadi perhatian investor memasuki November 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir Oktober di zona merah setelah mengalami tekanan jual pada perdagangan Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 41,01 poin atau 0,80 persen ke level 5.057,05. Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (29/10/2026), IHSG berada di posisi 5.098,06.

Tekanan terhadap indeks bahkan sempat membawa IHSG turun hingga level 4.979 sebelum akhirnya kembali menguat dan bertahan di atas level psikologis 5.000.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut melemah 0,05 persen ke posisi 515,01.

BACA JUGA: Saham Hari Ini Sabtu 31 Oktober 2026: IHSG Ditutup Melemah ke Level 5.057, Investor Wajib Cermati Pergerakan Pasar

Mayoritas Saham Berada di Zona Merah

Tekanan jual terlihat dari mayoritas saham yang mengalami penurunan harga.

Pada perdagangan Jumat, sebanyak 194 saham tercatat menguat, 552 saham melemah, dan 217 saham bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan juga cukup ramai dengan frekuensi mencapai sekitar 1,17 juta kali transaksi. Volume perdagangan mencapai 36,48 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp11,42 triliun.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan pasar masih cukup kuat menjelang pergantian bulan.

Sektor Kesehatan dan Keuangan Masih Menguat

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah sektor masih mampu mencatatkan kinerja positif.

Sektor kesehatan menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 0,76 persen. Disusul sektor keuangan yang menguat 0,15 persen.

Sebaliknya, sektor transportasi mengalami pelemahan terdalam sebesar 3,13 persen. Sektor barang baku turun 2,84 persen, sedangkan sektor infrastruktur melemah 1,96 persen.

Perbedaan kinerja antarsektor ini menjadi perhatian investor dalam menentukan strategi investasi memasuki November.

IHSG Diperkirakan Menguji Level 4.900–5.000

Memasuki perdagangan pekan depan, pelaku pasar akan mencermati kemampuan IHSG mempertahankan level psikologis 5.000.

Dalam analisis Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan menguji area 4.900–5.000.

Apabila mampu bertahan di atas 5.000, indeks berpeluang bergerak sideways atau mendatar dalam kisaran 5.000–5.200.

Investor juga akan memperhatikan sejumlah agenda ekonomi penting, mulai dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026, hingga cadangan devisa.

Selain itu, perkembangan ekonomi global dan hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November 2026 berpotensi memengaruhi sentimen pasar keuangan dunia.

BACA JUGA: Saham Hari Ini 29 Oktober 2026: IHSG Dibayangi Tekanan Rupiah, Investor Wajib Waspada!

Tips Investor Menghadapi Pergerakan Saham November

Menghadapi kondisi pasar yang masih berfluktuasi, investor perlu memperhatikan beberapa hal:

  1. Memantau perkembangan IHSG dan level support serta resistance.
  2. Memperhatikan kinerja fundamental perusahaan sebelum membeli saham.
  3. Tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan rumor pasar.
  4. Mengelola risiko dengan menentukan batas kerugian.
  5. Memperhatikan perkembangan ekonomi nasional dan global.

Pergerakan saham pada awal November diperkirakan masih menarik untuk dicermati, terutama setelah IHSG menutup Oktober dengan tekanan cukup besar.

Catatan: Minggu, 1 November 2026 merupakan hari libur perdagangan reguler BEI. Dengan demikian, angka IHSG yang disajikan merupakan penutupan perdagangan terakhir pada Jumat, 30 Oktober 2026, bukan harga saham real-time.

Investor diharapkan tetap berhati-hati dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Informasi ini merupakan pemberitaan perkembangan pasar modal, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. 

(KSC)

 

Pos terkait