KLIKSUMUT.COM | ACEH – Budi Gunadi Sadikin meresmikan dua Puskesmas yang dibangun kembali pascabencana di Provinsi Aceh. Kedua fasilitas kesehatan tersebut berlokasi di Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, serta wilayah Jambur Lak-Lak, Kabupaten Aceh Tenggara, dan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu tiga minggu.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana agar dapat kembali memperoleh pelayanan dasar secara optimal dan berkelanjutan.
“Ada dua Puskesmas yang hancur total di Aceh, satu di Lokop, Aceh Timur, dan satu lagi di Jambur Lak-Lak, Aceh Tenggara. Alhamdulillah, keduanya bisa dibangun dan diselesaikan dalam waktu tiga minggu, dan hari ini kita resmikan agar bisa langsung melayani masyarakat,” ujar Menkes Budi, Sabtu (14/2/2026)
Menkes menjelaskan, pembangunan cepat kedua Puskesmas tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum yang berperan penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan di wilayah terdampak bencana.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun Puskesmas ini dengan sangat cepat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih,” lanjutnya.
Langkah cepat ini dinilai sebagai bentuk respons tanggap darurat pemerintah dalam menjamin akses layanan kesehatan tetap tersedia, terutama di daerah terpencil dan terdampak bencana berat.
BACA JUGA: Hadiri Rapat APPSI, Sekda Aceh Dorong Penguatan DBH Migas
Selain pembangunan fisik, Kementerian Kesehatan juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis, di antaranya PT Pegadaian dan PT Jayamas Medica Industri Tbk dalam penyediaan alat kesehatan serta perabotan Puskesmas.
Tak hanya itu, Yayasan Amanah Bakti Negeri turut memperkuat layanan kesehatan darurat di Aceh melalui bantuan berupa: Tiga unit ambulans, Tiga unit motor layanan kesehatan, 35 unit Starlink, 35 unit genset dan 35 unit filter air bersih
Seluruh bantuan tersebut telah didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak di Aceh guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
“Kami menerima dan menyalurkan bantuan dari Yayasan Amanah Bakti Negeri berupa ambulans dan berbagai sarana pendukung layanan kesehatan. Bantuan ini sangat membantu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di daerah terdampak,” kata Menkes.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap pemulihan hunian tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Kementerian Kesehatan secara rutin melakukan pemantauan setiap dua minggu untuk memastikan proses penggantian biaya dan perbaikan rumah nakes segera terealisasi.
“Kami rutin memantau setiap dua minggu agar rumah para tenaga kesehatan bisa mendapatkan biaya perbaikan. Harapannya sebelum Ramadan dan Lebaran, mereka sudah bisa kembali ke rumah, beristirahat dengan nyaman, dan bekerja optimal melayani masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA: Berapa Total Dana Bantuan Bencana Aceh, Ini Pengakuan Murthalamuddin
Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi pemerintah daerah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Langkah ini tidak hanya bertujuan memulihkan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan di wilayah rawan bencana.
Dengan rampungnya dua Puskesmas di Aceh Timur dan Aceh Tenggara dalam waktu singkat, pemerintah berharap akses layanan kesehatan masyarakat kembali normal serta mampu menjawab kebutuhan kesehatan secara cepat, tepat, dan tangguh di masa mendatang. (KSC)
TIM REDAKSI








