KLIKSUMUT.COM | JAKARTA ~ Kementerian Transmigrasi membuka kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk mengikuti Beasiswa Patriot 2026.
Program ini menyediakan kuota 1.100 mahasiswa S2 yang akan menempuh studi di tiga Kawasan Transmigrasi, yaitu Barelang (Batam, Kepulauan Riau), Kalukku (Mamuju, Sulawesi Barat), dan Salor (Merauke, Papua Selatan).
Pendidikan Berkualitas Plus Pengabdian Masyarakat
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa Beasiswa Patriot bukan proyek percobaan. Program ini melewati persiapan matang melalui sinergi dengan perguruan tinggi unggulan dalam negeri.
BACA JUGA: Sekda Aceh Lantik 201 Kepala Sekolah, Dorong Peningkatan Pendidikan
Ia menilai kualitas akademik Indonesia mampu bersaing dengan institusi luar negeri.
“Produk lokal tidak kalah. Justru Beasiswa Patriot ini ingin menunjukkan perguruan tinggi kita mampu berkontribusi langsung untuk masyarakat,” ujar Menteri Iftitah.
Ia menambahkan, Beasiswa Patriot mengedepankan pendidikan yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga kemampuan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun keadilan ekonomi. Dengan pendekatan ini, para penerima beasiswa diharapkan menjadi solusi nyata bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
Pilihan Program Studi di Tiga Kawasan Transmigrasi
Di Kampus Patriot Barelang, Batam, tersedia 14 program studi dengan kuota 280 mahasiswa. Perguruan tinggi yang terlibat antara lain ITS, ITB, IPB, UI, UNDIP, UNPAD, dan UGM. Program studi mencakup Teknik Kelautan, Teknik Perkapalan, Logistik, Perikanan, Industri Kreatif, dan Agronomi.
BACA JUGA: Prabowo Cetak Sejarah: Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp757,8 Triliun, Terbesar Sepanjang Masa
Di Kampus Patriot Kalukku, Mamuju, terdapat 12 program studi dengan kuota 240 mahasiswa. Pilihan jurusan antara lain Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Geodesi, Agronomi, Manajemen Agribisnis, dan Teknologi Agroindustri yang ditawarkan oleh ITB, ITS, IPB, UI, UNDIP, UNPAD, dan UGM.
Sementara itu, di Kampus Patriot Salor, Merauke, tersedia 29 program studi dengan kuota 580 mahasiswa. Program studi meliputi Teknologi Pascapanen, Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam, Pariwisata Berkelanjutan, Ilmu Hukum Agraria, Teknik Lingkungan, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, dari universitas seperti IPB, ITB, ITS, UI, UNDIP, UNPAD, dan UGM.
Beasiswa Patriot: Investasi SDM dan Pembangunan Kawasan
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Bondan Djati Utami, menyatakan bahwa Beasiswa Patriot 2026 menjadi instrumen strategis pembangunan kawasan transmigrasi. Program ini menggabungkan pendidikan, riset aplikatif, dan pengabdian masyarakat untuk memperkuat pembangunan berbasis ekonomi berkelanjutan.
BACA JUGA: Pemprov Sumut Luncurkan Program Bersekolah Gratis Mulai Tahun Ajaran 2026/2027
“Beasiswa Patriot tidak hanya kami posisikan sebagai program pendidikan, tetapi sebagai investasi sumber daya manusia untuk kawasan transmigrasi. Para awardee kami siapkan agar mampu hadir langsung di lapangan, memahami persoalan masyarakat, dan menghasilkan solusi berbasis keilmuan yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bondan menambahkan, setiap penempatan program studi, skema pembelajaran, hingga tugas akhir disesuaikan dengan karakter dan tantangan masing-masing kawasan untuk mendukung ekonomi, kelembagaan, dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.
Dengan Beasiswa Patriot 2026, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang pembelajaran, laboratorium pembangunan, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Program ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia unggul yang berprestasi akademik sekaligus mampu mentransfer pengetahuan untuk pembangunan kawasan. (KSC)
LAPORAN: Tim Redaksi








