Prabowo Cetak Sejarah: Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp757,8 Triliun, Terbesar Sepanjang Masa

Prabowo Cetak Sejarah: Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp757,8 Triliun, Terbesar Sepanjang Masa
Presiden Prabowo Subianto

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mencetak rekor baru dalam sejarah keuangan negara! Dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR/DPR RI, Jumat (15/8/2025), Prabowo menyampaikan Rancangan Undang-Undang APBN 2026 beserta Nota Keuangannya. Salah satu sorotan utama: anggaran pendidikan 2026 melonjak menjadi Rp757,8 triliun, naik 4,63% dibandingkan tahun 2024.

Angka ini bukan sekadar angka. Rp757,8 triliun adalah anggaran pendidikan terbesar dalam sejarah Republik Indonesia sejak merdeka tahun 1945. Pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sumber daya manusia unggul, sebagaimana disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.

“Kita wujudkan pendidikan bermutu. Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing global. Pemerintah berkomitmen memenuhi amanat 20% APBN untuk pendidikan – Rp757,8 triliun di tahun 2026, terbesar sepanjang sejarah kita,” tegas Prabowo.

BACA JUGA: KPK Geledah Rumah Eks Menag Yaqut, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dari total anggaran tersebut, Rp401,5 triliun dialokasikan untuk mendukung siswa dan mahasiswa. Ini mencakup: Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp15,6 triliun untuk 21,1 juta siswa, Bidikmisi/KIP Kuliah sebesar Rp17,2 triliun untuk 1,2 juta mahasiswa, Beasiswa LPDP sebesar Rp25 triliun bagi 4.000 penerima dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program raksasa dengan alokasi Rp335 triliun, menyasar 82,9 juta siswa dan 30.000 Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG)

Program MBG ini bukan hanya intervensi gizi, tapi juga investasi jangka panjang untuk kecerdasan dan kesehatan anak bangsa.

Tak hanya murid dan mahasiswa, guru dan tenaga pendidik juga mendapat perhatian besar. Total anggaran untuk sektor ini mencapai Rp178,7 triliun, termasuk: Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non-PNS: Rp19,2 triliun (754.747 guru), TPG ASN/PNS: Rp68,7 triliun (1,6 juta guru), Tunjangan Profesi Dosen (TPD) Non-PNS: Rp3,2 triliun (80.325 dosen) dan Gaji pendidik PNS & Non-PNS: Rp82,9 triliun

Untuk infrastruktur dan operasional pendidikan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp150,1 triliun yang dialokasikan untuk: Pembangunan Sekolah Rakyat: Rp24,9 triliun (200 lokasi baru + operasional 200 lokasi), Bantuan Operasional Sekolah (BOS): Rp64,3 triliun (53,6 juta siswa). BOS PAUD: Rp9,4 triliun (7,7 juta siswa), Renovasi sekolah & madrasah: Rp22,5 triliun (850 madrasah & 11.686 sekolah), Pembangunan Sekolah Unggul Garuda: Rp3 triliun (9 lokasi) dan BOPTN untuk PTN: Rp9,7 triliun (201 perguruan tinggi negeri dan lembaga).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Prabowo Soroti Kinerja BUMN: Harusnya Sumbang 50 Miliar Dolar AS, Bukan Malah Rugi

Sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, pemerintah wajib mengalokasikan 20% dari APBN untuk pendidikan. Komitmen ini mulai dijalankan sejak 2009 dan terus dijaga hingga saat ini.

Dengan lonjakan anggaran yang disertai strategi rinci, APBN 2026 menunjukkan arah baru pembangunan SDM Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Tidak hanya angka, tapi juga aksi nyata di lapangan – dari ruang kelas hingga kampus, dari gizi siswa hingga insentif dosen. (KSC)

Pos terkait