Masa PPKM, Kareteka Sumut Latihan Indoor

Masa PPKM, Kareteka Sumut Latihan Indoor
Pelatih karate Sumut, Erwin Kamarulah Lubis

MEDAN | kliksumut.com – Karateka Sumatera Utara (Sumut) sedang mengikuti sentralisasi pelatda di Asrama Haji Jalan A.H Nasution Medan. Para atlet tersebut tengah dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua yang rencananya digelar Oktober mendatang. Untuk menekan penyebaran Covid-19 para atlet tersebut melakukan latihan indoor.

Pelatih karate Sumut, Erwin Kamarulah Lubis menjelaskan, sentralisasi atlet sudah berjalan sejak 3 Juli lalu. Kendalanya, atlet kini masih harus berlatih di indoor mengingat Medan masih menjalani Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) termasuk untuk kegiatan olahraga.

“Seharusnya para atlet sudah latihan outdoor, tapi karena PPKM jadinya masih indoor dulu. ,” ujar Erwin Kamarulah Lubis, di Medan, Minggu (1/8/2021)

BACA JUGA: Corona Varian Delta Merajalela di Asia

Dia menjelaskan, Sumut sendiri meloloskan 8 atlet karate terbaik, terdiri dari 4 putra dan 4 putri. Mereka adalah Dessyinta Rakawuni Banurea, Gusti Bayu Handika Ginting, Widodo Febrianto, Daniel Hutapea, Faisal Siahaan. Kemudian, Nicky Dwi Oktari Putri Iselda, Wan Nurul Indana Zulva, dan Dwi Fadhilah.

Pihaknya pun mengimbau, agar atlet tetap menjaga semangat di tengah kondisi Pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat kapan saja, termasuk sesaat mau latihan maupun tidak sedang berlatih.

“Pastinya harus tetap jaga kondisi tubuh tetap fit dan patuhi prokes. Untuk kegiatan di luar, kami minta jangan dulu kalau tidak penting,” terangnya.

Pandemi memang masih menjadi kendala utama, apalagi atlet kekurangan lawan sparing. Jadinya, para atlet saling memanfaatkan rekan lain untuk bertanding internal. “Mau keluar juga memang gak bisa. Sebenarnya ada dari luar (provinsi) yang mau masuk ke Medan, tapi enggak dulu. Sama aja, jumpa juga nanti di PON,” sambungnya.

Bicara peluang di PON Papua nanti, pihaknya mengaku tak mau sesumbar. “Semua atlet tentu udah tahu kemampuan calon lawan melihat ranking Pra-PON lalu. Tentunya peluang hampir merata. Target setidaknya 1 medali emas dari kelas berat,” tutupnya. (BNL)

Pos terkait