KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Persaingan sengit mewarnai cabang olahraga Shorinji Kempo pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Politeknik se-Indonesia XV Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Medan (Polmed). Sebanyak 45 atlet terbaik dari 14 Politeknik Negeri di berbagai daerah turun bertanding memperebutkan gelar juara pada ajang bergengsi yang berlangsung 29 hingga 31 Juli 2026.
Turnamen ini menjadi salah satu cabang olahraga yang paling dinanti dalam rangkaian Porseni Politeknik se-Indonesia. Para atlet menampilkan kemampuan teknik, kecepatan, serta semangat juang tinggi dalam setiap pertandingan.
Pembukaan pertandingan Shorinji Kempo secara resmi dilakukan oleh Direktur Politeknik Negeri Medan yang diwakili Ketua PB Porseni XV Politeknik Negeri 2026, Supriyanto ST MT, di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Medan, Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Supriyanto mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Antusias peserta kempo ini sangat luar biasa. Ada 14 politeknik yang ambil bagian. Kita juga berharap pertandingan kempo ini berjalan lancar, sukses, dan tanpa kendala,” ujarnya.
Supriyanto mengingatkan seluruh atlet agar menjadikan nilai-nilai sportivitas sebagai landasan utama dalam bertanding. Ia mengutip filosofi Shorinji Kempo yang sarat makna.
“Sesuai dengan moto Shorinji Kempo, Kasih Sayang tanpa Kekuatan adalah Kelemahan, Kekuatan tanpa Kasih Sayang adalah Kezaliman. Jadi mari jaga sportivitas,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai tuan rumah, Politeknik Negeri Medan memiliki target besar untuk meraih hasil maksimal di ajang Porseni tahun ini.
“Sebagai tuan rumah, kita ingin meraih emas dari semua cabang olahraga. Namun semuanya harus diraih melalui sportivitas dan tidak boleh curang,” tegasnya.
Perwakilan PB Perkemi, Wakil Ketua II Yanuarizal, turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan olahraga Shorinji Kempo di lingkungan perguruan tinggi vokasi.
Menurutnya, semakin banyak politeknik yang mengirimkan atlet menjadi bukti bahwa olahraga bela diri asal Jepang tersebut terus berkembang.
“Ada 14 kontingen yang mengirimkan atletnya ke Porseni kali ini. Semangat mereka juga luar biasa. Mudah-mudahan Porseni ini bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Cabang Olahraga Shorinji Kempo Porseni Politeknik 2026, Jhon Piter Sihombing, melaporkan bahwa total terdapat 45 atlet yang ambil bagian, terdiri atas 31 atlet putra dan 14 atlet putri.
Menurutnya, pertandingan mempertandingkan sembilan nomor, yaitu:
- 2 nomor Embu Tandoku
- 7 nomor Randori putra dan putri
Seluruh pertandingan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2026 di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Medan.
“Cabang olahraga kempo Porseni ini diikuti 45 peserta dari 14 politeknik negeri dengan total sembilan nomor pertandingan,” jelas Jhon Piter.
Sebanyak 14 kontingen Politeknik Negeri yang mengikuti cabang olahraga Shorinji Kempo pada Porseni 2026 meliputi:
- Politeknik Negeri Medan
- Politeknik Negeri Media Kreatif
- Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta
- Politeknik Negeri Bandung
- Politeknik Negeri Banjarmasin
- Politeknik Negeri Batam
- Politeknik Negeri Jakarta
- Politeknik Negeri Jember
- Politeknik Negeri Kupang
- Politeknik Negeri Lhokseumawe
- Politeknik Negeri Padang
- Politeknik Negeri Sriwijaya
- Politeknik Negeri Tanah Laut
- Politeknik Pertanian Negeri Kupang
Keikutsertaan kontingen dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan semakin luasnya pembinaan olahraga Shorinji Kempo di lingkungan pendidikan vokasi Indonesia.
Prosesi pembukaan cabang olahraga Shorinji Kempo turut dihadiri Ketua Pengprov Perkemi Sumatera Utara Darwin SE Ak beserta jajaran pengurus, Ketua Pengkot Perkemi Medan Ir. Dial Rizal, para manajer dan ofisial kontingen peserta, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, cabang olahraga Shorinji Kempo di Porseni Politeknik se-Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antar-mahasiswa vokasi sekaligus melahirkan bibit atlet kempo berprestasi yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional. (KSC)








