Kunjungan Wisatawan ke Gundaling Merosot Tajam, Kabid Ekraf Karo Enggan Komentar

Kunjungan Wisatawan ke Gundaling Merosot Tajam, Kabid Ekraf Karo Enggan Komentar
PUNCAK GUNDALING SEPI: Suasana Puncak Gundaling Berastagi tampak lengang akibat menurunnya kunjungan wisatawan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Utara. (FOTO: Herman Harahap)

KLIKSUMUT.COM | KARO ~ Objek wisata Puncak Bukit Gundaling di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), kini tampak sepi pengunjung. Padahal, Gundaling selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan yang menawarkan panorama alam indah dengan hamparan lahan pertanian hijau serta udara sejuk yang mampu memberikan efek relaksasi bagi wisatawan.

Kondisi tersebut berubah setelah bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumut, Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar). Dampak bencana itu turut memukul sektor pariwisata di Kabupaten Karo, khususnya di kawasan wisata Puncak Gundaling.

BACA JUGA: Tingkatkan Pariwisata, Disbudporapar Karo Perbaiki Drainase di Gundaling

Kunjungan Wisatawan Menurun Drastis

Salah seorang pelaku wisata di Puncak Gundaling, HP (40), mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke puncak Gundaling mengalami penurunan signifikan pascabencana. Biasanya, tingkat kunjungan akan melonjak signifikan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Setelah ada musibah tanah longsor dan banjir, kunjungan wisatawan turun drastis. Terlebih ke Puncak Gundaling. Tak ada tamu naik ke atas. Jauh kali bedanya dari biasa, apalagi menyambut Natal dan Tahun Baru,” keluh HP kepada wartawan kliksumut.com, Rabu (24/12/2025).

HP menilai sepinya pengunjung kemungkinan besar akibat kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi cuaca dan bencana yang masih melanda sejumlah daerah.

BACA JUGA: Dikson Pelawi: Bencana Hidrometeorologi Picu Penurunan Kunjungan Wisatawan ke Karo Jelang Natal dan Tahun Baru

“Sepinya pengunjung ke Puncak Gundaling mungkin karena musibah banjir dan longsor. Orang jadi takut. Apa lagi keluar kota. Lewat jalan-jalan yang mendaki. Kalau hujan takut longsor,” ujarnya sedih.

Bacaan Lainnya

Upaya Promosi dan Penataan Kawasan Wisata

Meski demikian, HP menyebutkan bahwa kondisi Bukit Gundaling saat ini telah mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Ia mengapresiasi upaya Bupati Karo Brigjen Pol. DR. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes dalam menata kawasan wisata tersebut.

“Bukit Gundaling saat ini sudah jauh berubah. Terlebih saat ini, Pak Bupati gencar mempromosikan dunia wisata dengan menata kebersihan dan keindahan di Bukit Gundaling,” jelasnya.

BACA JUGA: Pesona Malam Bukit Gundaling, Pelaku UMKM Desak Penerangan Jalan Ditambah

Dinas Pariwisata Enggan Beri Data Resmi

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Karo, Rista Natalia br Sinaga, SE, enggan berkomentar terkait penurunan jumlah wisatawan ke Puncak Gundaling.

Saat wartawan mengonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengenai data tingkat kunjungan wisatawan dan retribusi Q-Ren di Puncak Gundaling, Rista Natalia kerap berdalih dengan berbagai alasan.

BACA JUGA: Nikmati Keindahan “Bumi Turang” dari Atas Pelana Kuda: Berani Coba?

Sikap Rista Natalia ini, menimbulkan kesan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo tidak mendukung prinsif Keterbukaan Informasi Publik.

Hingga berita ini masuk meja redaksi, Rista Natalia tak memberikan informasi persentase penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke Karo akibat bencana hidrometeorologi. (KSC)

REPORTER: Herman Harahap

Pos terkait