Dikson Pelawi: Bencana Hidrometeorologi Picu Penurunan Kunjungan Wisatawan ke Karo Jelang Natal dan Tahun Baru

Dikson Pelawi: Bencana Hidrometeorologi Picu Penurunan Kunjungan Wisatawan ke Karo Jelang Natal dan Tahun Baru
SEPI WISATAWAN: Pemerhati Pariwisata, Dikson Pelawi menyebutkan bencana hidrometeorologi menyebabkan kunjungan wisata ke Kabupaten Karo menurun jelang libur Natal dan Tahun Baru, berdampak pada sepinya hotel dan restoran. (FOTO: Herman Harahap)

KLIKSUMUT.COM | KARO ~ Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berdampak luas terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata.

Peristiwa alam ini tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga memengaruhi mobilitas masyarakat. Dampaknya, minat wisatawan untuk bepergian menurun, terutama menjelang momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang biasanya menjadi puncak kunjungan ke daerah wisata.

Pariwisata Karo Tertekan Jelang Libur Nataru

Bencana hidrometeorologi tersebut turut berdampak di Kabupaten Karo. Menjelang Nataru, jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata ini justru mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada sektor perhotelan, restoran, serta pelaku usaha pariwisata lainnya di kawasan Berastagi dan sekitarnya.

BACA JUGA: Nikmati Keindahan “Bumi Turang” dari Atas Pelana Kuda: Berani Coba?

Pemerhati pariwisata, Dikson Pelawi, mendorong Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo untuk segera mengambil langkah serius, dalam mendongkrak tingkat kunjungan wisawatan pascabencana.

“Pemerintah Kabupaten Karo harus punya strategi khusus, agar dampak bencana tidak siginifikan mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Karo,” ujarnya kepada kliksumut.com, Senin (22/12/2025).

Evaluasi Kebijakan Pariwisata

Dikson Pelawi menjelaskan, persoalan menurunnya kunjungan wisata menjadi salah satu sorotan dalam Konsultasi Publik (hearing) Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD Karo tentang Kepariwisataan yang berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025. Dalam forum ini, para peserta membahas kondisi terkini seputar persoalan sektor pariwisata di wilayah Karo.

BACA JUGA: Tanah Karo Motocross & Grasstrack 2025 Resmi Dibuka: Bupati Karo Optimis Bangkitkan Wisata dan Ekonomi Siosar

Bacaan Lainnya

Hearing tersebut melibatkan anggota DPRD Karo, instansi di lingkungan Pemkab Karo, pelaku wisata, serta pelaku usaha pariwisata.

“Saat ini terjadi penurunan jumlah wisatawan datang ke Karo. Selain menurun, masa tinggal para wisatawan pun hanya satu hari. Padahal, selama ini kita ingin wisataan betah berlama-lama di Karo. Setidaknya tiga hari tiga malam,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dinas Budporapar Karo perlu melakukan pembaruan kebijakan strategis secara berkala agar sektor pariwisata dapat berkembang.


“Artinya kalau mau maju setiap beberapa tahun harus ada perubahan, bukan membuat peraturan baru yang menyulitkan pengusaha dan pelaku wisata. Pemerintah daerah harus memberi ruang agar pengusaha dan pelaku wisata bisa lebih berinovasi membangun pariwisata daerahnya,” katanya.

Selain pengembangan objek wisata, ia juga mendorong Pemkab Karo meningkatkan fasilitas pendukung seperti area parkir di lokasi wisata, penerangan jalan, serta penyediaan air bersih yang memadai.

BACA JUGA: Ringkina Fight Tourism 2025 Sukses, Dorong Sport Tourism dan Gairahkan Wisata Karo

Okupansi Hotel Anjlok

Penurunan kunjungan wisatawan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 turut berdampak pada tingkat hunian hotel di kawasan wisata Berastagi.

Staf Sinabung Resort Berastagi, Sariadi, menyebutkan bahwa okupansi hotel mengalami penurunan tajam.

“Untuk okupansi hunian di Hotel Sinabung Resort sendiri, drop sampai 80 persen. Kondisi ini mendekati dampak seperti saat erupsi Gunung Sinabung beberapa tahun lalu,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Budporapar Karo, Juni Antoni Kemit, mengakui adanya indikasi penurunan kunjungan wisatawan ke Karo jelang Nataru tahun ini.

“Kemungkinan terjadi penurunan,” ujarnya singkat lewat pesan WhatsApp.

Namun Juni Antoni tidak merinci persentase penurunan tingkat kungjungan wisawatan ke Karo akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

“Saya pastikan dulu datanya ya,” balasnya. (KSC)

REPORTER: Herman Harahap

Pos terkait