KLIKSUMUT.COM | KARO – Kota Berastagi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) , tak hanya dikenal dengan udara dingin dan sejuknya saja. Belakangan, tren menunggang kuda sambil mengelilingi jantung kota Berastagi menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin menikmati pesona alam “Bumi Turang” dengan cara berbeda.
Aktivitas wisata berkuda ini kian digemari karena menawarkan sensasi yang memacu adrenalin sekaligus memberikan pengalaman autentik di tengah suasana kota yang berhawa sejuk. Di kawasan Pasar Buah Berastagi, suara ladam kuda “tak tok, tak tok” hampir setiap hari terdengar, menandakan geliat wisata yang semakin hidup.
BACA JUGA: Liburan Sekolah dan Akhir Tahun, Spot Wisata Aceh Selatan Siap Menanti Kehadiran Wisatawan
Bagi para pelancong, momen menunggang kuda ini menjadi kesempatan berharga untuk mengabadikan kenangan. Tak sedikit wisatawan yang tampak memegang tripod dan ponsel mereka, membuat konten sambil menelusuri jalanan kota yang penuh warna.
Kegiatan wisata ini juga dikelola secara profesional. Setiap wisatawan didampingi oleh joki-joki berpengalaman dan berada di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Karo. Dengan pengawasan tersebut, keamanan dan kenyamanan wisatawan tetap menjadi prioritas utama.
BACA JUGA: Pesona Air Terjun Sipiso-piso: Keindahan Alam Tertinggi di Sumatera Utara yang Menyentuh Langit
Wisatawan pun menyambut positif tren ini. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara ikut menikmati serunya pengalaman berkuda di Berastagi. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pariwisata di Tanah Karo terus digiatkan oleh Disbudporapar melalui beragam kegiatan budaya, olahraga, dan seni.
Seorang wisatawan asal Medan, Fitri (21), mengaku selalu menyempatkan diri untuk berkuda setiap kali berkunjung ke Berastagi.
“Tapi kalau menunggang kuda kami tidak pernah ketinggalan. Ada sensasi dan pengalaman yang begitu menarik bagi kami. Dengan membuat konten di saat naik kuda ini, sungguh luar biasa, Bang,” ujar Fitri, Jumat (31/10/2025).
Gadis manis itu juga mengaku, tak perlu merogoh saku terlalu dalam, karena tarif wisata berkuda yang ditawarkan cukup terjangkau.
“Kalau soal tarif berkuda di Berastagi, relatif, Bang. Kami tidak merasa mahal karena para joki menawarkan harga tergantung durasi atau rute yang ingin kami tempuh. Pokoknya, wisata Berastagi sekarang ini sungguh luar biasa. Bisa berkuda mengelilingi kota, bisa juga berkeliling menggunakan skuter. Terlebih pengalaman wisata ini sering kami upload ke medsos, untuk hiburan jugalah, Bang!” paparnya bersemangat.
BACA JUGA: Pesona Malam Bukit Gundaling, Pelaku UMKM Desak Penerangan Jalan Ditambah
Dari beberapa rute berkuda, rumah pengasingan Soekarto di kawasan Jl. Sempurna, Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, menjadi salah satu persinggahan terbaik bagi wisatawan penunggang kuda.
Selain melihat patung Bung Karno dalam posisi duduk, pengunjung juga dapat menikmati suasa segar alami di halaman rumah pengasingan, yang sebelumnya merupakan pesanggrahan pemerintah Belanda di masa kolonial.
Dengan kombinasi antara keindahan alam pegunungan, kearifan lokal, dan interaksi budaya, menunggang kuda di kota Berastagi kini bukan sekadar aktivitas rekreasi. Kegiatan ini telah menjelma menjadi pengalaman wisata yang khas, hangat, dan berkesan bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan kawasan penghasil sayur dan buah yang eksotis. (KSC)








