REPORTER: Herman Harahap
KLIKSUMUT.COM | KARO – Bukit Gundaling, destinasi wisata unggulan di Berastagi, terus memikat wisatawan dengan pesonanya. Terletak di antara Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, keindahan alamnya semakin dikenal baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, di balik popularitasnya, masih ada tantangan yang harus segera diatasi—minimnya penerangan jalan menuju puncak Gundaling.

Meskipun Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Karo telah berupaya mempercantik kawasan ini dengan paving block berwarna, gazebo artistik, serta menjaga kebersihan lingkungan, masalah gelapnya akses menuju puncak masih menjadi kendala utama.
BACA JUGA: Berhasil Bongkar Kasus Eksploitasi Anak, Pemkab Karo Beri Penghargaan kepada Polres Karo
Wisata Malam yang Redup, Wisatawan Enggan Berkunjung
Jandri Ginting (49), pelaku UMKM pemilik Sahara Café dan Resto di Bukit Gundaling, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pemerintah Kabupaten Karo harus lebih jeli memperhatikan keluhan wisatawan. Salah satu yang paling mendesak adalah penerangan jalan ke puncak Gundaling. Saat malam hari, bukit ini gelap gulita, sehingga wisatawan enggan datang,” ujarnya saat ditemui pada 15 Februari 2025.
Ia berharap Bupati Karo terpilih, Antonius Ginting dan Komando Tarigan, dapat segera menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk memperbaiki penerangan jalan. “Sudah bertahun-tahun kami berusaha di tengah kegelapan. Kami butuh perhatian serius,” tambahnya.
Gelap Gulita, Gundaling Berpotensi Jadi Sarang Kejahatan
Hasil pantauan wartawan Kliksumut.com pada 14 Februari 2025 pukul 20.00 WIB menunjukkan kondisi puncak Bukit Gundaling yang gelap total tanpa satu pun lampu jalan menyala. Suasana yang seharusnya romantis dan nyaman berubah menjadi menyeramkan.
Minimnya penerangan tidak hanya berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan, tetapi juga meningkatkan potensi tindak kriminal. Tanpa lampu jalan, keamanan pengunjung menjadi taruhannya.
Kilasan Sejarah: Gundaling Dulu dan Sekarang
Pada era 90-an, Bukit Gundaling selalu ramai, terutama di malam hari. Warga Berastagi dan sekitarnya menjadikannya tempat favorit untuk bersantai bersama keluarga. Saat itu, lampu-lampu menerangi seluruh area, menciptakan suasana yang indah dan aman. Kini, tanpa penerangan yang memadai, keindahan malam di Bukit Gundaling semakin redup.
BACA JUGA: Satlantas Polres Tanah Karo Gelar Operasi Keselamatan Toba 2025, 24 Pelanggar Ditilang
Desakan Perbaikan: Harapan Baru untuk Pariwisata Berastagi
Pelaku UMKM dan masyarakat Berastagi berharap Pemerintah Kabupaten Karo segera bertindak. Penerangan jalan bukan hanya soal estetika, tetapi juga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Jika perbaikan segera dilakukan, bukan tidak mungkin Bukit Gundaling akan kembali menjadi primadona wisata malam seperti masa kejayaannya.
Pemerintah diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi ini, sebab tanpa perhatian serius, pesona malam di Bukit Gundaling akan terus meredup. (KSC)








