KLIKSUMUT.COM | GUNUNGSITOLI – Persoalan klaim asuransi BRI Life di Kepulauan Nias kembali mencuat. Seorang nasabah bernama Agus Zega, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan masa kerja 32 tahun, mendatangi Kantor BRI Cabang Gunungsitoli di Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Senin (02/11/2026).
Kedatangan Agus untuk menuntut kejelasan atas klaim asuransi kesehatan yang tak kunjung cair, padahal ia telah menjalani perawatan stroke dan penyakit jantung di Rumah Sakit Thomson pada 14 hingga 19 Agustus 2026.
Menurutnya, pihak BRI Life menolak klaim senilai Rp 25 juta dengan dalih ada formulir klaim penyakit jantung yang wajib diisi pihak rumah sakit. Sementara pihak rumah sakit tidak mengisi formulir tersebut dengan alasan belum ada kerjasama dengan BRI Life.
Di depan awak media, Agus meluapkan kekecewaannya. Ia menilai praktik tersebut sangat merugikan nasabah dan berpotensi menjadi bentuk penipuan terhadap masyarakat.
“ASN sudah bekerja di pemerintahan 32 tahun, latar belakang pendidikan saya S1 saja saya bisa diperlakukan seperti ini. Apalagi masyarakat Nias yang rata-rata pendidikannya masih di bawah S1. Jadi saya harapkan BRI Life ini ditutup di Kepulauan Nias,” ujar Agus Zega sebagaimana terekam dalam video.
Agus menegaskan dirinya tidak lagi menuntut pencairan klaim Rp 25 juta tersebut. Ia kini meminta agar seluruh uang premi yang telah ia titipkan sebesar Rp 568.000 per bulan dikembalikan secara utuh sesuai jumlah setoran selama ini.
Selain itu, ia juga meminta pernyataan permohonan maaf resmi dari pihak BRI Life melalui media-media di Kota Gunungsitoli.
“Yang kedua, saya tidak menuntut lagi klaim saya Rp 25 juta. Saya menuntut uang yang saya titipkan di BRI Life Rp 568 ribu tiap bulan silakan dikembalikan kepada saya. Dan saya minta pernyataan mohon maaf di media yang ada di Kota Gunungsitoli, karena ini penipuan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta pihak Bank BRI agar tidak lagi memfasilitasi produk BRI Life karena menggunakan atribut dan lambang BRI yang membuat masyarakat percaya.
BACA JUGA: Satnarkoba Polres Nias Gerebek Sarang Narkoba di Gunungsitoli, 6 Orang Dinyatakan Positif!
Saat mendatangi kantor BRI Cabang Gunungsitoli, Agus mengaku sempat tidak ditemui dan diminta untuk kembali pada pukul 15.00 WIB untuk berdiskusi lebih lanjut.
“Saya minta kepada BRI untuk tidak memfasilitasi karena ini punya lambang BRI. Tadi saya datang, ternyata tidak menerima, katanya baru nanti jam 15.00 akan berdiskusi. Saya akan datang lagi,” tutupnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak BRI Life belum memberikan keterangan resmi. (KSC)
Reporter: Martinus Gea








